Kabargolkar.com - Fraksi Golkar DPRD Surabaya meminta mendorong camat dan lurah membuat gerakan antisipasi banjir.
Ini akibat munculnya banjir hampir di sejumlah wilayah di Surabaya pada pertengahan pekan ini.
Anggota Fraksi Golkar DPRD Surabaya Arif Fathoni mengutip penjelasan Pemkot menyebut penyebab banjir di wilayah Surabaya akibat sampah.
Tak hanya menyumbat saluran, sampah juga mengakibatkan pompa air terlilit.
Pompa yang dipenuhi sampah menyebabkan tak bisa menyedot air di sejumlah rumah pompa.
"Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam beberapa kali turun di lapangan juga selalu menemukan sampah. Bahkan membuat aliran sungai dan saluran yang menghambat aliran air," kata Fathoni, Sabtu (1/1/2021).
Oleh karena itu menyadarkan masyarakat untuk buang sampah di tempat sampah penting.
Gerakan harus dimotori camat dan lurah, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), termasuk RW dan RT se-Surabaya.
Meningkatnya partisipasi masyarakat akan sekaligus mengefektifkan kebersihan lingkungan. Sehingga, bencana banjir diantisipasi.
Pemkot telah memiliki perda yang mengatur tentang larangan membuang sampah sembarangan.
Namun, ini tak efektif apabila warga tak ikut mengimplementasikan hal ini.
Ketua DPD Partai Golkar Surabaya ini mengapresiasi peran wali kota sudah memberi keteladanan dengan turun langsung ke lokasi-lokasi hulu.
Ini biasanya juga menjadi salah satu sebab banjir di Kota Surabaya.
"Kami juga berharap Pemkot terus bekerja menyediakan bak-bak sampah di masing-masing RT guna mendukung gerakan tersebut tersebut," kata Arif Fathoni yang kerap disapa Toni ini.
Selain itu, Toni juga meminta Satpol PP Kota Surabaya untuk melakukan pengawasan terhadap tempat-tempat usaha yang lokasi usahanya berdekatan dengan sungai dan saluran.
Ia berharap Satpol PP melakukan penegakan hukum secara ansich terhadap tempat usaha yang terbukti membuang sampah di saluran atau sungai sesuai dengan ketentuan Perda yang berlaku.
Toni mengatakan, tahun 2022 merupakan era kolaborasi.
Jika wali kota dalam penanganan Covid-19 varian Delta mampu mendorong partisipasi publik secara bersama-sama dalam menangani pandemi bersama Pemkot, maka begitu juga halnya dalam penanganan soal banjir melalui gerakan buang sampah pada tempatnya.
"Sambil pemkot melakukan upaya-upaya perencanaan pembangunan yang bisa membuat Surabaya bebas dari genangan air yang selama ini menjadi momok kota yang dihuni banyak bangunan bertingkat ini," katanya.