Kabargolkar.com - DPD Golkar DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) terus merapatkan barisan dengan menggelar rapat koordinasi, untuk menghadapi upaya penggembosan partainya dan pencapresan Airlangga Hartarto di Pilpres 2024 mendatang.
Ketua DPD Golkar DIY Gandung Pardiman mengatakan, jajarannya saat ini terus menguatkan soliditas dalam mengusung sang ketua umum dalam Pilpres 2024.
Gandung menegaskan, pada awal tahun 2022, ada 3 lembaga yang telah melakukan survei terhadap ribuan responden di berbagai daerah se-Indonesia.
Hasilnya, Partai Golkar menempati posisi pertama yang paling banyak dipilih jika pemilu digelar tahun ini.
Selain itu, hasil survei juga menempatkan Airlangga Hartarto sebagai capres yang paling banyak dipilih responden.
"Tiga lembaga survei tersebut adalah Network Nasional, Indonesia Network Election Survey ( INES ), dan Lembaga Kajian Pemilu Indonesia ( LKPI ). Hasilnya sama,hanya persentasenya yang berbeda. Ada pun 3 besar partai yang banyak dipilih dari ketiga lembaga survei tersebut sama, yakni urutan pertama Partai Golkar, kedua PDIP dan ketiga Gerindra," kata Gandung dalam keterangan persnya, Minggu (20/2/2022).
Oleh karena itu, Gandung mengajak kader partai Golkar Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya dan seluruh kader Golkar se-Indonesia untuk mempersiapkan diri menghadapi seluruh macam gangguan untuk menggembosi Golkar dan pencapresan Airlangga Hartarto.
"Persoalan dan tantangan ke depan cukup besar. Oleh karena itu, harus dihadapi dan partai Golkar harus terkonsolidasi dengan baik, sehingga siap menghadapi gangguan dari internal maupun eksternal partai Golkar," tegasnya.
Selain itu, Gandung juga mengingatkan kepada seluruh kader tanpa terkecuali untuk menjadi garda depan dalam menyukseskan partai Golkar dalam pilpres mendatang.
" Hati - hati sudah mulai muncul adanya pengamat pesanan yang memunculkan tokoh partai Golkar selain Ketum Airlangga Hartarto untuk menjadi kandidat capres. Ini upaya memecah belah kekompakan partai Golkar. Kader partai Golkar harus tunduk pada hasil munas yang menyatakan Airlangga Hartarto sebagai Capres," tutup Gandung.