Mendapat Dukungan Masyarakat, Ketua Golkar Jatim Dukung Status PPKM Dicabut Sebelum Puasa
Oleh Nyoman Suardhika · · Kabar Daerah
Kabargolkar.com - Pernyataan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur M. Sarmuji mendapat dukungan masyarakat Jatim, saat meminta pemerintah mencabut status PPKM sebelum pelaksanaan Bulan Puasa Ramadhan 1443 H pada bulan April 2022,
Tak hanya soal PPKM, anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar ini juga memberi masukan penting kepada pemerintah terkait kondisi penanganan Covid-19 di Jatim.
Anggota Komisi XI DPR ini mengatakan, tingkat kesadaran akan pentingnya melakukan protokol kesehatan di tengah masyarakat semakin baik, dan penyebaran Covid-19 varian omicron terus menurun.
“Alasan kuat, mengapa PPKM ini harus segera dicabut. Yaitu, upaya serius pemerintah terlihat sudah bisa mengatasi pandemi ini dengan baik. Maka Pemerintah tidak perlu malu lagi untuk mengakui keberhasilannya,” kata Sarmuji dalam keterangan persnya, baru-baru ini.
Disampaikan pula, kata Sarmuji, bahwa Varian omicron ini, BOR (Bed of Rate – Rata-rata keterisian tempat tidur pasien) di rumah sakit juga turun.
"Meskipun orang yang terpapar korona sudah melewati puncak pada waktu varian Delta dulu, selain itu, penghentian status PPKM sebelum Ramadhan," ujarnya.
Lebih lanjut, Sarmuji menjelaskan, dicabutnya PPKM sebelum Bulan Ramadhan agar umat Islam bisa beribadah tanpa was-was.
“Agar juga rakyat bisa berziarah dengan tenang di pusara orang tuanya. Dan jika Idul Fitri tiba, rakyat bisa bermohon maaf bersama orang tua dan keluarganya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sarmuji tak lupa mengimbau kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan seperti biasanya.
"Karena varian omicron ini memang lebih cepat dari segi penyaluran. Hanya saja meskipun yang terpapar banyak, tapi yang masuk rumah sakit ternyata terbukti sedikit," tutup Sarmuji.
Merespon hal itu, KH Bardam Pengasuh Pondok Pesantren Al Munawar Dander Bojonegoro dan juga sebagai ketua barisan Gus dan santri Kabupaten Bojonegoro merasa setuju.
“Kami memang sangat berharap agar PPKM segera dihentikan tentu melihat kondisi dan keadaan dari pandemi, agar masyarakat bisa beraktivitas dan juga para sekolah bisa memberikan pembelajaran dengan baik dan tenang,” Kata KH Bardam.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kordinator FKUB Kabupaten Bojonegoro Bu nyai Nusantara Kabupaten Bojonegoro Hj.