Kabargolkar.com - Menyongsong gelaran Pemilihan Umum 2024, tiga partai politik masing-masing
Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendeklarasikan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), 12 Mei 2022.
Menindaklanjuti terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu, kader-kader dari ketiga partai tersebut terus bergerak melaksanakan konsolidasi. Bukan hanya di tingkat pusat, melainkan juga konsolidasi di tingkat daerah.
Hal itu seperti dilakukan pentolan dua partai, Golkar dan PAN baru-baru ini. Adalah Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat TB Ace Hasan Syadzily dan Ketua DPW PAN Jawa Barat Desy Ratnasari.
Selain sebagai pucuk pimpinan partai masing-masing di Jawa Barat, keduanya merupakan kader yang mendapatkan amanah untuk duduk di DPR RI. Ace Hasan di Komisi VIII sebagai Wakil Ketua dan Desy Ratnasari duduk sebagai Anggota Komisi X DPR RI.
"Sebagai tindak lanjut dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang telah disepakati di tingkat nasional, saya mengadakan pertemuan informal antara saya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, dengan Ketua DPW PAN Provinsi Jawa Barat, Teh Desy Ratnasari," kata Ace Hasan dikutip dari IGnya @ace.hasan.syadzily, Jumat 27 Mei 2022.
Pertemuan informal, dijelaskan Ace Hasan secara khusus membahas langkah-langkah yang perlu dilakukan kedua partai di Jawa Barat. Banyak hal yang dibicarakan terkait KIB untuk Jawa Barat dalam dua tahun mendatang.
"Kami sangat nyaman bekerjasama dalam menjalankan koalisi Indonesia Bersatu (KIB)," kata Ace Hasan.
Selain dengan PAN, Ketua DPD Golkar Jabar juga mengagendakan silaturahim dengan Dewan Pimpinan Wilayah PPP Jawa Barat. Seperti halnya pertemuan dengan DPW PAN, pertemuan dengan DPW PPP akan membahas mengenai tindaklanjut pembentukan KIB di Jawa Barat.
"Setelah ini, kami akan bersilaturahmi dengan Pimpinan DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Barat," jelasnya.
Manuver Cerdas Golkar
Terbentuknya KIB sendiri sebelumnya dinilai sebagai langkah cerdas oleh Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi. Ide yang datangnya dari Golkar dalam menghadapi Pilpres 2024 didasari atas pengalaman partai berlambang pohon beringin dalam membaca situasi.
"Dia sadar betul, 2024 siapa nih? Koalisinya dulu, baru capres-cawapres, kan begitu. Dia grouping dulu. Ini sebenarnya koalisi yang dibangun oleh Golkar, PAN, dan PPP ini menurut saya cerdas," kata Budi dalam Adu Perspektif di kanal Youtube Total Politik, Kamis (26/5/2022).
Pembentukan KIB disebutnya juga dapat mencegah terjadinya benturan hingga ke akar rumput. Dengan mengunci tiga sampai empat partai politik, kemudian dimungkinkan ada koalisi PDIP dan Gerindra, maka tersisa tiga partai yaitu NasDem, Demokrat, PKS dan PKB.
"Coba bayangkan manuver ini. Ini kan di tengah nih, ada tiga sampai empat partai yang tersisa untuk berkoalisi, Nasdem, PKB, Demokrat, dan PKS; nah itu kawinnya bagaimana? Empat partai ini, dia perlu tiga untuk jadi satu tiket. Nah, empat partai ini harus jadi satu untuk dapatkan tiket," jelas Budi.
Disinggung bahwa keempat partai tersisa dimungkinkan tidak akan mulus dalam mengunci atau memutuskan berkoalisi. Pasalnya, dari sisi ideologi, keempatnya mempunyai perbedaan mendasar