Kabargolkar.com - DPD Golkar Jawa Timur (Jatim) turus menyatakan duka paling dalam, atas Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (2/10/2022) malam, yang membuat nyawa ratusan suporter Aremania (pendukung tim Arema FC) hilang.
Hingga berita ini diturunkan merujuk data dari pihak Kepolisian, ada 125 orang tewas, di antaranya 2 polisi, 298 luka ringan dan 11 luka berat.
Ketua DPD Golkar Jatim, M Sarmuji berharap, tragedi Kanjuruhan menjadi yang terakhir di sepakbola Indonesia.
"Semoga kejadian ini menjadi yang terakhir dalam dunia olahraga kita karena olahraga semestinya menjadi tempat tumbuhnya keakraban dan persaudaraan. Sepakbola adalah perekat persaudaraan," kata Sarmuji dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/10/2022).
Wakil Ketua Komisi VI DPR ini mengungkapkan, pemerintah setempat harus memberikan penanganan terbaik untuk para korban, termasuk yang masih dirawat.
Dikabarkan, terdapat 180 orang yang masih dirawat sampai dengan saat ini.
Selain itu, Sarmuji juga meminta pemerintah dan pihak klub memberikan santunan kepada keluarga korban, khususnya yang meninggal dunia.
"Meminta kepada pemerintah untuk memberikan penanganan yang baik dan santunan kepada para korban serta melakukan penyelidikan atas jatuhnya banyak korban jiwa," tegasnya.
Sarmuji mengungkapkan, sebenarnya saat ini sepakbola Indonesia sudah berangsur membaik, di mana Timnas Indonesia mulai menunjukkan torehan-torehan positif.
"Tidak ada sepakbola seharga nyawa. Ini harus menjadi intropeksi bersama seluruh stakeholder baik di level klub, panitia, hingga PSSI. Jangan sampai kejadian ini terulang, ini yang terakhir," tutupnya.