Ketika itu kesejahteraan rakyat yang di gambarkan pada capaian kualitatif Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang di lansir lembaga resmi pemerintah yaitu Balai Pusat Statistik (BPS), terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun secara baik. Demikian juga halnya penduduk miskin, menurun secara signifikan.Hanya saja peningkatan IPM dari tahun 2020 ke 2021 mengalami pelemahan atau peningkatan yang kecil. Hanya 0,21 poin ( 70,12 di tahun 2020 dan 70,33 pada posisi tahun 2021). Sedangkan dari 2021 ke 2022 belum di ketahui karena baru akan di rilis (ekspos) BPS sekitar bulan Februari 2023 nanti.
Melemahnya peningkatan IPM ini dapat terihat dari data yang di lansir oleh BPS beberapa bulan yang lalu. Contohnya adalah perbandingan antara IPM Tapsel tahun 2019 dengan tahun 2020 yang mengalami peningkatan 0,37 poin.
Tahun 2019, posisi IPM Tapsel adalah 69,75 dan tahun 2020 meningkat menjadi 70,12. Apabila di sandingkan dengan 33 kabupaten/kota dan 1 Provinsi Sumatera Utara, peningkatan yang di peroleh Tapsel itu berada di posisi ranking 3 (tiga) terbaik dari 34 entitas.
Sayangnya, peningkatan dari tahun 2020 ke 2021 terjadi pelemahan, hanya 0,21 poin. Kondisi inipun sangat mempengaruhi posisi Tapsel jika di sandingkan dengan 33 kabupaten/kota dan 1 provinsi di Sumut. Di mana Tapsel yang sebelumnya berada di ranking 3 bergeser sangat jauh ke ranking 28.
ANGKA KEMISKINAN
Kondisi memprihatinkan terjadi juga pada tingkat kemiskinan. Dari data yang di rilis BPS, semua kabupaten/kota di Sumut tahun 2021 memang terjadi peningkatan angka kemiskinan dan ini di akibatkan oleh Pandemi Covid-19.
Namun walaupun angka kemiskinan semua daerah meningkat, tetapi Tapsel berada di posisi 10 besar paling tinggi persentase pertambahan jumlah penduduk miskinnya. Ini dapat di lihat dari data Capaian Persentase Penduduk Miskin 33 kabupaten/kota dan 1 provinsi di Sumatera Utara yang di rilis oleh BPS.
Tahun 2019, persentase penduduk miskin Tapsel adalah 8,60 % dan turun sebesar 0,13 di tahun 2020 sehingga menjadi 8,47 % (padahal saat itu sudah pandemi covid-19). Turunnya jumlah penduduk miskin ini di tahun 2020 menempatkan Tapsel di posisi ranking 10 terbaik dari 34 entitas se Sumut.
Tahun 2021, persentasi penduduk miskin Tapsel adalah 8,80 % atau bertambah 0,33 % dari posisi tahun 2020 yang 8,47 %. Pertambahan persentase ini membuat posisi Tapsel turun tajam dari ranking 10 menjadi ranking 25, atau dari 10 besar terbaik menjadi 10 besar terburuk se Sumatera Utara.
GINI RATIO MASYARAKAT MELEBAR.
Demikian juga halnya Gini Ratio (tingkat ketimpangan atau kesenjangan) pengeluaran/pendapatan penduduk Tapsel melebar sebagaimana dilansir BPS beberapa bulan yang lalu.
Tahun 2020 Gini Ratio penduduk Tapsel 0,2022 atau turun 0,0455 dari tahun 2019 yang sebesar 0,2467. Penurunan ketimpangan/kesenjangan ini menempatkan Tapsel diranking 2 dari 33 kabupaten/kota se Sumatera Utara. Sayangnya tahun 2021 melebar atau naik jadi 0,2564 atau bertambah 0,0542 di banding tahun 2020.
Pertambahan Gini Ratio ini membuat Tapsel yang sebelumnya berada di rangking 2 menjadi anjlok ke rangking 31 dari 33 kabupaten/kota dan 1 provinsi sebagaimana data yang di lansir BPS Sumut pada Agustus 2022 kemarin.
Partai Golkar sebagai salah satu partai politik pengusung utama pasangan Dolly Putra Parlindungan Pasaribu-Rasyid Assaf Dongoran di