Kabargolkar.com - Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Muhammad Sarmuji menegaskan, kepengurusannya di Jatim telah mulai menyusun bakal calon legislatif (bacaleg) di Pemilu 2024 mendatang.
Wakil Ketua Komisi VI DPR ini mengatakan, DPD Golkar Jatim menargetkan untuk bisa mengamankan 17 kursi di DPRD Jatim.
"Artinya target minimal bisa nambah 4 kursi (dari Pemilu 2019 lalu)," ujar Sarmuji dalam keterangan persnya, Senin (30/1/2023).
Untuk mewujudkan target tersebut, Sarmuji mengungkapkan, Golkar Jatim juga sudah mulai merancang strategi pemenangan.
Termasuk daerah pemilihan atau dapil yang pada Pemilu 2019 lalu belum membuahkan kursi DPRD Jatim menjadi atensi. Misalnya, dapil 10 yang meliputi daerah Mojokerto-Jombang.
"Insyaallah pada Pemilu 2024 bisa kita dapat. Tentu juga beberapa dapil lain yang kita identifikasi bisa nambah kursi juga sudah mulai kita petakan," ungkapnya.
Selain mulai penyusunan bacaleg hingga strategi pemenangan, Sarmuji menuturkan, pihaknya juga mulai memperhitungkan sistem pemilu proporsional terbuka yang saat ini tengah uji materi di Mahkamah Konstitusi (MK).
Sebab, jika nantinya MK mengabulkan Sistem Proporsional Tertutup maka bisa berimplikasi mengubah strategi partai politik.
Sebagai informasi, pada sistem pemilu proporsional terbuka basis kekuatan politik lebih banyak bertumpu pada caleg.
Namun, dengan sistem proporsional tertutup kerja partai bakal berlipat ganda. Saat ini, uji materi UU Pemilu soal sistem pemilihan legislatif proporsional terbuka ditangani MK.
"Kita berharap MK tetap mempertahankan sistem proporsional terbuka," tutup Sarmuji.
Diketahui, pada Pemilu 2019 lalu, Partai Golkar Jatim hanya berhasil mengemas 13 kursi di DPRD Jatim dan berhak atas satu kursi pimpinan dewan yakni Wakil Ketua DPRD Jatim.