Kabargolkar.com - Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan tanggapan soal aturan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terkait jam sekolah yang dimulai pukul 05.00 WITA.
Aturan jam sekolah itu, diketahui berlaku untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.
Wakil Ketua DPRD NTT, Inche Sayuna meminta Pemprov NTT melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengkaji ulang kebijakan tersebut.
Inche Sayuna juga meminta agar segera mengembalikan kebijakan ini ke jadwal jam sekolah lama sesuai yang diberlakukan selama ini.
Sehingga, tak menimbulkan kegaduhan dalam dunia pendidikan.
"Saya berharap kebijakan ini harus ditinjau kembali dan segera dikembalikan ke jadwal semula sesuai yang sudah berlaku selama ini, agar tidak menimbulkan kegaduhan dalam dunia pendidikan," kata Inche Sayuna.
Inche menambahkan, kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemprov NTT ini juga belum dikomunikasikan secara jelas.
"Kami belum bisa menjelaskan kebijakan itu, karena kami belum tahu apa dasar pemikiran pemerintah terkait kebijakan ini. Sampai sekarang kami belum menemukan alasan pembenar dari kebijakan tersebut," kata Inche.
Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi V DPRD NTT, Yunus Takandewa.
Ia mengaku kaget terkait aturan yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi NTT.
Menurutnya, hal itu belum dikomunikasikan kepada DPRD NTT Komisi V sebagai mitra dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
"Kami merasa keberatan dengan adanya kebijakan ini dan meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengkaji kembali," ucapnya.