"Seperti yang tadi kami sampaikan pak, program pembangunan di dua tahun belakangan ini agak tersendat bahkan hampir tidak ada. Tolong pak Rahmat kawal dan perjuangkan itu," pintanya.
Ketua DPD Golkar Tapsel, H. Rahmat Nasution menjelaskan, sesungguhnya sudah ada beberapa alokasi anggaran untuk pembangunan di Kecamatan Angkola Sangkunur, ditampung di APBD 2022.
"Salah satunya, seharusnya pada tahun kemarin Jalan Nasional-Batu Godang sudah terbangun. Karena memang dana senilai Rp2,5 miliar sudah ditampung pada APBD untuk pembangunannya," jelasnya.
Hanya saja, kata Rahmat, pembangunannya tak dikerjakan tanpa alasan yang jelas. Alhasil, dana untuk pembangunan jalan itu, berikut kegiatan pembangunan lainnya di Tapsel menjadi SILPA.
Akibat banyaknya program pembangunan yang sudah ditampung tapi tidak dikerjakan, terjadi SILPA Rp344 miliar lebih di tahun anggaran 2022. Uang yang seharusnya bisa mendorong pertumbuhan perekonomian di Tapsel justru menganggur di rekening Pemkab Tapsel.
"Faktor ini jugalah yang mungkin membuat IPM (Indeks Pertumbuhan Manusia) Tapsel di tahun 2022 turun ke rangking 22 dari 21, dilangkahi Kabupaten Padang Lawas Utara," ujar Rahmat.
Tidak lagi bermitra kerja dengan Bupati Syahrul Pasaribu karena harus purna bakti di Februari 2021 lalu, menurut Rahmat, membuat usulan dan realisasi program pembangunan mandek.
"Dulu, tanpa berkoordinasi dengan pak Syahrul, DPRD sering memasukkan berbagai kegiatan pembangunan di Dapil masing-masing. Karena kami tahu, sepanjang itu untuk kebaikan rakyat, pak Syahrul tidak akan keberatan," kenangnya.
Sehingga, kalau kemudian warga merasa telah terjadi perubahan drastis dalam pembangunan, kata Rahmat, pihaknya juga merasakan hal itu. Tak heran pula, Tapsel kini alami kemunduran dalam beberapa hal.
"Seperti prevalansi stunting (gizi buruk) Tapsel di tahun 2022 kemarin. Dari 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara, kita menjadi yang tertinggi. Ini sangat memalukan bagi Tapsel," sebut Rahmat.
Ke depan, lanjut dia, jika ini tidak ada evaluasi dan perbaikan serius, sangat memungkinkan Tapsel akan semakin terdegrasi dan semakin mundur. Padahal dulu, Tapsel jadi role model bagi daerah di Tabagsel bahkan di Sumatera Utara.
Bagi Rahmat, meski tak sepenuhnya sempurna, pada kenyataannya wajah Tapsel berubah total di masa Golkar jadi partai penguasa dan kepala daerahnya pun merupakan politisi Golkar tulen.
"Ini fakta yang tidak terbantahkan serta bukan klaim yang dibuat-dibuat tanpa data. Kita semua saksi sejarah bagaimana dulu Golkar didukung stakeholder lainnya begitu gencar membangun Tapsel. Termasuk Jalan Nasional Koridor Pantai Barat yaitu dari Jembatan Trikora Batangtoru-Rianiate-Batu Mundom/Batas Madina," ungkap Ketua DPRD dua periode itu.
Rahmat ingin, masa-masa itu kembali terulang. Karenanya bersama masyarakat menangkan Partai Golkar di pesta demokrasi 2024 mendatang ini. Salah satunya menghantar Syahrul ke DPR RI.
"Kita yakin, bila nantinya pak Syahrul duduk di Senayan, kursi DPRD Tapsel dinominasi Golkar, laju pembangunan di daerah kita akan kembali terwujud. Mari cerdas tentukan pilihan," ajaknya.
Sementara itu, Syahrul Pasaribu berterimakasih atas sambutan hangat warga Bandar Tarutung. Baginya, kembali berada di tengah-tengah dan berbaur dengan masyarakat sangat bermakna.
"Berada di tengah-tengah warga dan menyerap keluh kesah mereka menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan saya sehari-hari. Ini saya lakoni ada jabatan atau tidak," ungkapnya.
Syahrul juga berterimakasih atas dorongan dan dukungan masyarakat yang minta mencalon ke DPR RI. Hal itu sejalan dengan penugasan dari partainya agar ikut berkompetisi di pemilu 2024.
"Oleh pimpinan Partai Golkar, saya memang ada diperintah untuk maju di pemilu nanti. Sebagai kader