Golkar Lampung Siapkan Bacaleg Cadangan
Oleh Bambang Soetiono · · Kabar Daerah
kabargolkar.com - Partai Golkar dan PPP di Provinsi Lampung bakal menyiapkan bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) dalam pemilu 2024. Sekretaris DPD I Partai Golkar Ismet Roni menjelaskan, pihaknya sudah menindaklanjuti arahan dari DPP.
Arahannya adalah untuk segera merampungkan permasalahan bacaleg yang belum memenuhi syarat (BMS) administrasi pada proses pendaftaran di KPU.
"Sudah mendapat arahan dari DPP juga, dalam waktu tiga hari ini, semua persoalan mengenai administrasi bacaleg di KPU, akan beres," ujarnya dijumpai di lingkungan DPRD Lampung, Senin 26 Juni 2023.
Ditegaskan mengenai apakah Golkar bakal menyiiapkan Bacaleg cadangan, Ismet bilang itu sangat memungkinkan. Kendati demikian, dia masih harus menunggu laporan internal dari tim. "Bacaleg cadangan ya sangat memungkinkan. Tapi sampai saat ini, saya belum terima laporan," ujarnya.
Sayangnya, dia tidak membeber siapa siapa saja bacaleg dari partai golkar provinsi Lampung. "Belum tau, saya juga belum terima laporan," katanya.
Bawaslu Provinsi Lampung memberikan warning ancaman pidana kepada seluruh bakal calon anggota legislatif (Bacaleg). Ini berkaitan dengan hanya 6 persen dari total bacaleg saja yang memenuhi persyaratan administrasi di KPU setempat.
Diketahui, ada 1.281 Bacaleg yang mendaftar di KPU. Namun, hanya 78 bacaleg atau enam persennya saja yang memenuhi persyaratan administrasi (MS).
Iskardo mengatakan, dalam tahapannya, para bacaleg ini diberikan waktu perbaikan selama satu pekan.
Di mana, Iskardo bilang, persyaratan administrasi yang disampaikan ke KPU haruslah valid sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.
Warning yang ditekankan Iskardo adalah, jangan sampai dalam tahapan perbaikan ini, malah memberikan data yang tidak valid alias palsu. Jika memberikan data yang tidak sesuai, tentunya akan ada ancaman pidana bagi bacaleg itu sendiri.
"Kita berharap semua bacaleg melakukan perbaikan data sesuai dan benar. Sebab, jika ada indikasi pemalsuan data, tentunya ancamannya pidana," tegasnya.