kabargolkar.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Nganjuk menggelar rapat konsolidasi pemenangan dan pendidikan bagi kader mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa di kantor DPD setempat.
Hal ini untuk menekankan seluruh kader serta bakal calon legislatif (bacaleg) Partai Golkar Kabupaten Nganjuk menuju kontestansi politik di Pemilu 2024.
Ketua DPD Golkar Nganjuk, Maria Tunda Dewi mengatakan pihaknya langsung tancap gas usai Mahkamah Konstitusi (MK) menetapkan pemilu sistem proporsional terbuka.
Dia mengaku telah siap untuk mengikuti kontenstasi pemilu 2024. Pihaknya menargetkan 9 kursi legislatif di 5 daerah pemilihan (dapil) di Kabupaten Nganjuk. “Target Partai Golkar Nganjuk adalah 9 kursi kegislatif. Kita yakin semua akan tercapai dengan melihat komposisi calon legislatif yang saat ini,” kata Maria dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (1/7/2023).
Sementara itu, ditempat yang sama, fungsionaris Partai Golkar Jawa Timur, Julianto PH yang juga hadir, menegaskan pentingnya kompetisi yang sehat diantara para caleg. Yakni memperebutkan hati pemilih dan bersaing dengan partai lain.
Kompetisi Ideal, lanjut Julianto, bukan saling menjatuhkan sesama caleg di internal partai. Sebab organisasi politik yang sehat menganut sistem kolektif kolegial, yang bisa diartikan semangat gotong royong dan bahu membahu membesarkan partai.
“Saya hadir disini untuk kulo nuwun (memohon ijin dengan hormat) kepada seluruh fungsionaris partai Golkar Nganjuk, untuk menjadi Calon Legislatif DPR RI Partai Golkar dari daerah pemilihan Jawa Timur VIII, semoga kerja elektoral seluruh kader Golkar dapat mengusung 2 Kursi DPR RI,” katanya.
Julianto menambahkan, target 9 kursi DPRD Kabupaten Nganjuk dan 2 kursi DPR RI bukan hal yang mustahil bila seluruh instrumen lartai mulai dari kabupaten hingga tingkat TPS dapat mendulang suara yang signifikan. “Siapapun yang maju di kursi Legislatif, memiliki kans yang sama, maka seluruh kader tidak perlu gentar dengan caleg dari partai lain,” katanya.
“Sebab jika dianalogikan perhelatan pemilu itu ibarat petarung yang masuk dalam ring tinju, dimana setiap petarung dipastikan berada di kelas yang sama,” tambahnya disambut tepuk tangan para kader Golkar.
Agenda konsolidasi partai Golkar Nganjuk ini diakhiri dengan pembagian hewan Qurban yang diberikan kepada seluruh kader dan simpatisan.