Bagindo Togar pengamat politik Sumsel salah satu pembicara mengatakan saat ini yang terbebas dari politik dinasti adalah Golkar.
“Partai Golkar sudah teruji dari jaman orde lama dan orde baru, sebaiknya kita hindari politik dinasti, paradigma bangun manusia bukan pembangunan infrastruktur,” ujar Bagindo.
Ia berharap kepala daerah untuk tidak melakukan politik dinasti yang sudah dilakukan oleh beberapa kepala daerah di Sumsel, melakukan pembedahan APBD agar masyarakat tahu apa yang akan mereka lakukan setiap tahunnya dan anggota dewan terpilih untuk melakukan kontrol pembangunan di Sumsel nantinya.
Firdaus Komar ketua PWI Sumsel berharap bukan hanya aspirasi tapi berbicara isu strategis pembangunan Sumsel kini dan akan datang.
“Pembangunan bagian tugas kita sama sama, media sebagai kontrol sosial dalam pembangunan tersebut,” ujar Firdaus.
Isu pendidikan jangan ada lagi pendidikan mahal, tata kelola SDA, infrastruktur, peningkatan kemiskinan dan peluang kerja dan saing produksi ini yang harus diperhatikan untuk pembuat peraturan yang nantinya duduk di DPRD.
“Kita berharap isu ini menjadi bahan untuk para anggota dewan yang terpilih nanti,” kata Firdaus Komar.
Sementara Ade Indra Chaniago pembicara diskusi lainnya mengatakan, patut diapresiasi Partai Golkar karena sudah melakukan edukasi kepada para pemilihnya dengan digelarnya seminar dan diskusi
“Begitu banyak persoalan pembangunan yang harus di aspirasi, kesehatan, pendidikan dan peluang kerja saat tidak ada lagi anggaran untuk pendidikan dan kesehatan gratis, semoga ini menjadi catatan kita semua untuk para anggota dewan yang terpilih nanti,” Kata Ade
Selain itu pembangunan sumber daya manusia lebih penting untuk kedepannya buat masyarakat cerdas dan bagaimana mensejahterakannya sesuai dengan amanat pembukaan UUD kita.