Kabargolkar.com - Generasi muda diajak untuk berinovasi dalam mengembangkan dan melestarikan serta memajukan tradisi batik Jawa Barat. Apalagi, dari 27 kabupaten/kota di Jabar, tentunya memiliki beragam motif batik yang bisa dikembangkan.
Begitu dikatakan, Ketua Ikatan Istri Pengurus Golkar (IIPG) Provinsi Jawa Barat, Rita Fitria Ace Hasan Syadzily, saat berkunjung ke Sentra Pengrajin Batik Purwakarta, Senin (2/10)
"Ini tugas kita bersama untuk terus mempopulerkan aneka motif batik Jawa Barat termasuk batik Purwakarta ini ke pentas nasional bahkan dunia," kata Teh Rita begitu sapaannya, dalam keterangan tertulis kepada redaksi.
Istri dari Ketua DPD Partai Golkar Jabar Tubagus Ace Hasan Syadzily itu sengaja mengunjungi Kabupaten Purwakarta dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional.
Teh Rita ditemani Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Purwakarta, Anne Ratna Mustika serta sejumlah pengurus lainnya, bersilaturahmi dengan para pengrajin batik yang ada di Purwakarta sebagai bentuk kecintaan terhadap batik.
"Kami dari IIPG Jabar sengaja bersilaturahmi. Termasuk untuk mendapatkan masukan dari para pengrajin dalam memajukan tradisi batik Jabar khususnya batik Purwakarta," jelasnya.
Menurutnya, momentum hari batik merupakan kesempatan untuk memupuk dan meningkatkan kecintaan terhadap batik sebagai warisan budaya luhur bangsa.
Rasa cinta pada batik, bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya yang paling sederhana adalah, pertama, menggunakan batik diberbagai kesempatan, baik formal mau pun informal. Kedua mengunjungi pengrajin batik dan membeli produknya. Ketiga melalui belajar membatik sehingga wujud rasa cinta kepada batik makin kuat.
Sehelai kain batik yang dipakai, sebut Teh Rita, sejatinya telah melalui proses panjang termasuk mengandung makna filosofis yang mengangkat kekayaan budaya suatu daerah.
"Cara lain untuk membuktikan bahwa kita cinta terhadap batik adalah dengan memanfaatkan medsos. Kita bisa berbagi cerita tentang batik yang kita pakai lalu mempromosikannya ke berbagai belahan dunia melalui jejaring yang kita miliki," ujarnya.
Terakhir, kata Teh Rita, yang tidak boleh dilupakan adalah melibatkan anak muda, supaya batik tidak terkesan jadul.
"Anak muda itu biasanya kreatif dan inovatif, karena pada dasarnya batik adalah perpaduan antara tradisi dan inovasi yang saling melengkapi," pungkasnya.