Kabar Golkar

Usai Penetapan Daftar Calon Tetap, Pileg 2024, Persaingan Dapil NTB Kian Ketat

Oleh · · Kabar Daerah

Credit Photo/ detik.com
Credit Photo/ detik.com

Kabargolkar.com - Pertarungan sengit bakal tersaji di Pemilihan Legislatif (Pileg) Daerah Pemilihan (Dapil) NTB II Pulau Lombok. Berdasarkan data Datar Calon Tetap (DCT) yang dirilis Komisi Pemilihan Umum (KPU), sebanyak 144 figur yang diisi sejumlah tokoh beken dipastikan bakal memperebutkan 8 kursi DPR.

Diyakini, pertarungan di dapil ini akan terasa lebih ketat ketimbang Pileg 2019. Figur-figur bintang bakal 'saling sikut' guna melenggang ke Senayan.

Hampir seluruh petahana DPR dari dapil ini juga dipastikan akan kembali turun gelanggang, minus anggota DPR Fraksi Partai Gerindra Bambang Kristiono yang meninggal dunia beberapa bulan yang lalu.

Adapun petahana tersebut di antaranya, Helmy Faishal Zaini (PKB), Rachmat Hidayat (PDIP), Sari Yuliati (Golkar), Syamsul Luthfi (NasDem), Suryadi Jaya Purnama (PKS), Nanang Samudra (Demorkat), dan Wartiah (PPP).

Para incumbent itu akan berhadapan dengan sejumlah figur kenamaan. Sebut saja eks Gubernur NTB yakni Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi, eks Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid, terdapat juga sejumlah fungsionaris partai di tingkat pusat-daerah. Hingga 14 Februari mendatang, mereka bakal berupaya menarik simpati sekitar 2,7 juta pemilih.

Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Ihsan Hamid berkeyakinan bahwa Pileg DPR dapil Lombok akan berjalan ketat. Lebih ketat ketimbang Pileg 2019.

Ia mengidentifikasi 'turun gunungnya' sejumlah tokoh kenamaan disinyalir akan menambah keras pertarungan. Dari peta komposisi caleg di masing-masing parpol, Ihsan meyakini akan ada petahana yang terpental.

"Saya melihat dari 8 tokoh yang duduk di Senayan saat ini (hasil Pileg 2019) akan ada yang terpental. Entah karena partainya tak lagi dapat kursi atau memang wajahnya (orangnya) yang berganti," beber Ihsan dikutip melalui  detikBali pada Rabu (8/11/23).

Dari delapan parpol yang saat ini punya kursi, Ihsan melihat setidaknya ada tiga parpol berada dalam posisi rawan kehilangan kursi.

"Pertama Gerindra, setelah meninggalnya Pak Bambang Kristiono, pertarungan jadi akan seru. Ada Rannya yang meenruskan kiprah Bambang Kristiono, ada Lale Syifa, dua ini yang cukup bersaing. Ada juga Karioka yang masuk saat DPT, hampir 50-50," jelasnya.

Tag: Golkar, Caleg NTB, Sari Yuliati