Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Persaingan Ketat, Pengamat Politik Ingatkan Golkar Kaltim Hadapi Pileg 2019
  Kabar Golkar   25 Juli 2018
[caption id="attachment_9222" align="aligncenter" width="700"] Pengamat politik Unmul, Budiman dan Wakil Bendahara Golkar Kaltim Rinda Sandayani menjadi narasumber dalam diskusi publik yang digelar @TentangGolkar (TRIBUN KALTIM / RAFAN DWINANTO)[/caption] kabargolkar.com - Hasil minor yang diraih Golkar dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim, diyakini tak berpengaruh terhadap langkah partai berlambang pohon beringin tersebut, dalam pemilihan legislatif (pileg) 2019 Kaltim. Hal ini diungkapkan Wakil Bendahara Golkar Kaltim, Rinda Sandayani dalam Diskusi Publik Komunitas @TentangGolkar, yang berlangsung di Juanda Avenue Samarinda, Selasa (24/7/2018). Menurut Rinda, hasil Golkar Pilgub Kaltim tak bisa menjadi gambaran hasil Pileg 2019 nanti. "Pilkada ini kan bergantung pada figur. Dan itu terbatas," kata Rinda. Terlebih, kata Rinda, banyak peristiwa yang membuat penampilan Golkar di Pilgub Kaltim, tak maksimal. "Awalnya kan kami mengusung Bu Rita (Widyasari). Tapi belakangan ada kasus hukum yang menerpa beliau. Kemudian kami mengusung Pak Sofyan Hasdam dan Pak Nusyirwan. Tapi juga diperjalanan Pak Nusyirwan yang sangat kita harapkan, meninggal dunia," ujar Rinda. Sedangkan di Pileg nanti, kata Rinda, Golkar sudah siap dengan calon anggota legislatif (Caleg) yang sudah terseleksi secara ketat. Sehingga, Rinda optimistis, raihan kursi Golkar di DPRD Kaltim akan meningkat dan kembali menjadi pemenang. "Sebelumnya kan 13 kursi. Ini kita menargetkan bisa dapat 17 kursi," kata Rinda. Sementara, Pengamat Politik dari Universitas Mulawarman, Budiman, mengatakan pertarungan menuju Karang Paci (DPRD Kaltim) 2019 nanti sangat ketat. Terutama di daerah pemilihan (dapil) Samarinda. "Kalau saya melihat konfigurasi caleg Golkar di Dapil Samarinda, itu cukup berat. Di PDIP kita lihat mengusung Zuhdi Yahya, yang sebelumnya levelnya sudah nasional. Belum lagi ada Mudiyat Noor yang pernah jadi cawali. Ada juga Andi Harun yang meski sering berganti partai tapi tetap terpilih, dan sejumlah nama lainnya," kata Budiman. Meski demikian, Budiman menilai Golkar memiliki kelebihan yang tak dimiliki partai lainnya. "Golkar punya sejarah masa lalu, dalam artian yang positif. Ini yang jadi kelebihan Golkar," ucap Budiman. Namun, Budiman mengingatkan selain mengandalkan figur-figur, Golkar juga hendaknya pandai memainkan isu yang bisa menarik simpati masyarakat. "Mengingat ketatnya persaingan khususnya Dapil Samarinda, menurut saya Golkar dalam status awas di Pileg Kaltim tahun ini," tutur Budiman. sumber berita
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.