Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Adem Ayem Sebelum Pemilu, Golkar Tunjukkan Taringnya di Jawa Timur
  Suryo   08 Maret 2024
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur - M Sarmuji

Senada dengan banyak wilayah lain di Indonesia, Golkar mendulang suara lebih di Jawa Timur dalam Pileg 2024. Perolehan kursi Golkar di Jawa Timur dari level DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, dan DPR RI mengalami kenaikan . Tak terkecuali di Kota Surabaya.Sebelumnya ada yang memprediksi suara Golkar Jatim akan turun, namun kursi Golkar naik di semua tingkat legislatif. Data dari DPD Golkar Jatim, potensi kursi Golkar di 38 DPRD kabupaten/kota di Jawa Timur sebanyak 215 kursi untuk Pileg 2024. Angka itu meningkat 30 kursi atau hampir 17 persen dibanding kursi Pileg 2019 lalu yakni 185 kursi.

Di tingkat provinsi, Golkar meraih 15 kursi DPRD Jatim dari total 14 dapil. Angka itu mengalami kenaikan dibanding Pileg 2019 lalu sebanyak 13 kursi.
Di tingkat DPR RI, Golkar berhasil menambah dua kursi untuk Pileg 2024. Dua kursi tambahan itu dari Dapil Jatim VI (Blitar, Kediri, Tulungagung) dan Dapil Jatim IX (Tuban-Bojonegoro). Total Golkar meraih 15 kursi DPR RI di Pileg 2024 dari Jatim, naik dua kursi dibanding Pileg 2019 lalu (13 kursi DPR RI dari Jatim).
Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Surokim Abdussalam menyebut, sejumlah faktor yang membuat Golkar Jatim bisa membalikkan prediksi. Salah satunya suasana Golkar yang adem ayem jelang menuju Pemilu 2024.

”Kondisi makro Partai Golkar secara nasional adem, nggak ada nuansa konflik dan support koalisi pilpres full. Itu membuat citra Partai Golkar cukup positif di mata publik,” kata Surokim.
Surokim melihat caleg Golkar untuk Pileg 2024 sangat matang dan mumpuni. Selain mempunyai relasi kuat, caleg Golkar juga rajin turun ke masyarakat.

”Di level mikro daerah calegnya rata-rata berpengalaman dan punya spirit bertarung luar biasa. Sebagai partai tengah, Golkar cukup mendapatkan momentum juga dari coat tail effect pilpres,” jelas Surokim Abdussalam.

Surokim menilai perpaduan Airlangga Hartarto di level pusat dan Sarmuji yang memimpin Golkar Jatim dapat meraih caleg-caleg yang mendulang suara signifikan untuk partai. ”Tentu semua juga tidak bisa dilepaskan dari kepemimpinan Airlangga Hartarto di nasional. Juga kepemimpinan Sarmuji di DPD Golkar Jatim yang konsisten membangun kaderisasi dari bawah. Badai akhir 2022 akhirnya bisa tertutupi semangat para caleg di dapil-dapilnya,” ungkap Surokim.

Surokim melihat kepemimpinan Sarmuji di Golkar mengesampingkan ego pribadi. Hal itu dibuktikan dengan perjudian menempatkan caleg dengan nama besar yakni Heru Tjahjono (Mantan Bupati Tulungagung 2003-2013 dan Sekdaprov Jatim) di dapil Sarmuji yakni Dapil Jatim VI.
”Tipikal kepemimpinan Sarmuji selaras dengan Airlangga, adem tidak meledak-ledak serta tidak konfrontatif. Sarmuji cenderung merangkul dan bisa mengayomi,” ujar Surokim Abdussalam.

Selain itu, Surokim juga menilai ada coat tail effect dari pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres yang pertama kali dideklarasikan Golkar untuk mendampingi Prabowo Subianto.

”Partai Golkar sepertinya berbagi coat tail effect Gibran . Tak tampak di permukaan, tetapi Partai Golkar bisa merasakan efek itu,” tandas Surokim Abdussalam.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.