KabarGolkar, 15 Mei 2026 — Nilai perjuangan Kapitan Thomas Matulessy atau Pattimura dinilai tetap memiliki makna penting bagi generasi muda Maluku di era modern saat ini. Ketua DPD I Partai Golkar Maluku, Umar Lessy, mendorong kaum muda menjadikan semangat kepahlawanan Pattimura sebagai motivasi untuk terus berkembang dan membangun daerah.
Dalam momentum peringatan Hari Pattimura ke-209 yang berlangsung pada Jumat (15/5/2026), Umar menyampaikan bahwa bentuk perjuangan masa kini tidak lagi identik dengan perlawanan bersenjata. Menurutnya, generasi muda perlu menunjukkan perjuangan melalui kemampuan, kreativitas, dan daya saing untuk memajukan Maluku.
“Generasi muda Maluku harus jadi Pattimura-Pattimura muda yang siap membawa perubahan dan kemajuan bagi daerah,” ujar Umar.
Ia menjelaskan, perjuangan Pattimura melawan penjajah pada tahun 1817 bukan hanya catatan sejarah semata, melainkan simbol keberanian masyarakat Maluku dalam melawan ketidakadilan serta mempertahankan martabat rakyat.
Karena itu, Umar menilai semangat tersebut perlu terus diwariskan kepada anak muda, terutama di tengah derasnya perkembangan teknologi, ketatnya persaingan global, dan tantangan ekonomi yang terus berkembang.
“Perjuangan hari ini adalah bagaimana anak muda Maluku bisa maju, sukses, dan tetap menjaga persatuan orang basudara,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Umar juga mengingatkan kembali pesan legendaris Kapitan Pattimura sebelum dieksekusi di tiang gantungan, yang hingga kini masih hidup dalam ingatan masyarakat Maluku.
“Pattimura tua boleh sirna, tetapi akan bangkit Pattimura-Pattimura muda untuk meneruskan perjuangan,” kutipnya.
Menurut Umar, pesan tersebut harus menjadi pemicu semangat bagi generasi muda agar tidak mudah menyerah dan terus menggali potensi Maluku demi kesejahteraan masyarakat.
Ia turut mengajak seluruh masyarakat menjaga nilai-nilai persaudaraan khas Maluku seperti “ale rasa beta rasa” dan “potong di kuku rasa di daging” sebagai fondasi memperkuat pembangunan daerah.
“Mari katong baku gandeng majukan Maluku. Lawamena haulala, maju terus pantang mundur,” ujarnya.
Sebagai informasi, Thomas Matulessy resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia pada 6 November 1973 melalui Keputusan Presiden Nomor 087/TK/1973 atas perjuangannya melawan penjajahan di Maluku.