15 Agustus 2020
Umumkan Hasil Survei Internal Golkar untuk Pilkada 2020 di Jawa Barat, Dedi Mulyadi: Keputusan Akhir di DPP
  Nyoman Suardhika
  18 Februari 2020
  • Share :
Ketua DPD 1 Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi (Photo/Republika)

Kabargolkar.com - 

Partai Golongan Karya menyelesaikan survei internal terhadap calon kepala daerah yang berpotensi diusung pada Pemilihan Kepala Daerah 2020 di Jawa Barat.

Hasilnya diumumkan oleh Ketua Dewan Pengurus Golkar Daerah Jawa Barat Dedi Mulyadi.

"Kalau April pendaftaran, maka bisa jadi Maret 2020 diusulkan dan muncul keputusannya," kata Dedi, Selasa, (18/2/2020).

Hasil survei tersebut terlebih dahulu dibahas dalam rapat pleno masing-masing kota dan kabupaten. Selanjutnya, hasil pleno itu diajukan ke DPD provinsi sebelum akhirnya dibawa ke Dewan Pengurus Pusat Partai Golkar.

Dedi menegaskan, nama calon kepala daerah tersebut akan diputuskan oleh pihak DPP.

Mengenai hasil survei, Dedi menyebut sejumlah kader dan figur memperoleh nilai tertinggi dalam survei tersebut. Seperti di Pangandaran, yakni Adang Hadari yang berpotensi diusung sebagai calon wakil bupati mendampingi Jeje Wiradinata.

Di Kabupaten Tasikmalaya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah setempat Iwan Saputra juga meraih nilai tertinggi dalam survei internal Golkar.

Ia berpotensi diusung menjadi calon Bupati Tasikmalaya. Iwan rencananya akan dipasangkan dengan Ketua DPD Golkar Kabupaten Tasikmalaya, Erry Purwanto sebagai calon wakil bupati Tasikmalaya.

"Tetapi Pak Erry Purwanto anggota DPRD dan harus mundur dari jabatannya. Biasanya punya pertimbangan yang panjang," kata Dedi.

Sementara di Cianjur, calon bupati potensial dari Golkar adalah Ade Barkah yang kini menjabat ketua DPD Golkar Cianjur.

"Namun beliau sampai saat ini belum memutuskan maju walau surveinya tinggi," ujar Dedi.

Selain Ade Barkah, ada kader lain yang berpotensi maju pada Pilkada Cianjur kali ini. Dedi tidak menyebutkan namanya namun hanya disebutkan dari pejabat Angkatan Muda Pembaharuan Golkar (AMPG).

Dedi melanjutkan, Golkar juga memiliki calon potensial wakil wali Kota Depok. Orang yang dimaksud tidak lain adalah Ketua DPD Golkar Kota Depok Farabi El Fouz.

Sementara itu, Dedi mengakui figur potensial calon bupati dari Golkar di Kabupaten Bandung dan Karawang cukup banyak.

Untuk Kabupaten Bandung antara lain, Dadang Supriatna dan istrinya, Diding dan tiga figur lainnya.

Kondisi serupa terjadi di Karawang. Dedi menyebut potensial calon bupati dari internal Golkar seperti Sri, H Anda dan lainnya.

Adapun figur yang berasal dari luar pengurus partai yakni H Aep.

Berikutnya di Indramayu, calon bupati potensial yakni ketua DPRD, Plt bupati dan anggota DPR RI.

Terakhir untuk wilayah Sukabumi, Golkar memiliki potensi menjadi calon bupati, yakni ketua DPD Golkar Sukabumi yang kini masih menjabat bupati, Marwan Hamami.

Sebelumnya, Ketua DPP Golkar Jawa 1 Iswara yang membawahi Jabar dan Banten, mengaku optimistis memenangkan Pilkada di enam daerah di Jawa Barat tahun ini.

Salah satu daerah yang mendapatkan perhatian khusus ialah Kabupaten Tasikmalaya.

"Partai Golkar ingin ingin mengembalikan kembali peran Golkar dalam pemerintahan di Kabupaten Tasikmalaya, makanya harus menang," kata Iswara.

Dalam keterangan persnya, Iswara sekaligus menyangkal informasi yang beredar di tengah masyarakat mengenai nama Dr Iwan Saputra tidak ada dalam daftar survei.

Menurutnya, nama tersebut saat ini tengah disurvei oleh Golkar.

"Tidak benar kalau nama Pak Iwan Saputra telah hilang. Justru semua nama yang daftar ke Golkar akan disurvei. Tidak bisa DPD Golkar hilangkan nama yang daftar atau menutup peluang. Bahkan DPP bisa menambah dua nama diluar yang daftar, " tutur Iswara. (PR)

 



Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.