"Bahwa Pak Jokowi itu dekat dengan Partai Golkar. Dan kedua, Pak Gibran itu mendapatkan mandat dari Partai Golkar melalui mekanisme rapimnas resmi," ujar Airlangga di Kantor KPU, Jakarta Pusat pada 24 April 2024. "Jadi, bagi kami Pak Jokowi dan Mas Gibran itu sudah masuk dalam keluarga besar Golkar. Tinggal tentunya formalitasnya saja,” katanya melanjutkan.
Diketahui, Partai Golkar memang yang pertama kali mendeklasikan Gibran sebagai cawapres pendamping Prabowo di pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Namun, saat itu, Gibran masih tercatat sebagai kader dari PDI-P.