18 April 2021
Menuju Pilpres 2024, Pengamat Nilai Golkar Paling Siap Tempur
  Bambang Soetiono
  16 Maret 2021
  • Share :
Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto (Foto: Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka)

kabargolkar.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dianggap lebih unggul dalam persiapan menuju Pilpres 2024. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu dianggap cerdas membaca peluang, setelah rajin melakukan safari politik kepada sejumlah ketua umum partai.

“Itulah mengapa safari politik dilakukan lebih awal dibanding parpol lain. Karena memang Airlangga melihat peluang,” ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah Putra kepada Rakyat Merdeka, Senin (15/3) kemarin.

Menurutnya, Airlangga termasuk capres potensial di 2024. Indikasinya, Partai Golkar memiliki daya tawar kuat dengan raihan 12,31 persen suara nasional di Pemilu 2019. Artinya, cukup satu parpol saja untuk meraih tiket Pilpres 2024 dengan acuan ambang batas presiden alias presidential threshold (preshold) sebesar 20 persen.

Tiket bisa didapat jika berkoalisi dengan Gerindra (12,57 persen), Partai Kebangkitan Bangsa (9,69 persen), NasDem (9,05 persen), bahkan dengan Partai Keadilan Sejahtera (8,21 persen). “Airlangga hanya memerlukan dukungan calon mitra koalisi,” sebutnya.

Dedi bahkan berkelakar, Golkar saat ini adalah partai yang jauh lebih siap menghadapi Pilpres 2024, bahkan dibanding Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sekalipun. Menurutnya, daya tawar Golkar dari sisi stabilitas pemilih lebih baik pada setiap pesta demokrasi lima tahunan. “Tidak mengherankan jika kemudian Golkar berharap lebih dari safari politik dan menempatkan Airlangga sebagai tokoh kunci koalisi terdepan,” katanya.

Meski begitu, Dedi menyebut, safari politik yang dilakukan Airlangga masih sebatas koalisi antar parpol. Sementara daya tawar papol, belum bisa ditentukan dari safari ini. Artinya, meskipun parpol lain belum tampak saling bertemu, mereka tetap saja telah menetapkan kesepakatan sesuai perolehan Pemilu 2019.

“Parpol lain mungkin tidak safari karena menunggu hasil Pemilu 2024, baru kemudian melakukan komunikasi intens,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari. Baginya, peluang Airlangga di Pilpres 2024 cukup besar. “Peluang Airlangga untuk maju besar, karena beliau Ketum Golkar. Seperti yang diketahui, kursi Golkar itu besar,” ujar Qodari.

Juga soal safari politik yang dilakukan Airlangga. Baginya, ini tidak terlepas dari pembicaraan koalisi menjelang Pilpres 2024. Ihwal ini, Ketua DPP Partai Golkar Bidang Media dan Penggalangan Opini Meutya Hafid menepis safari politik yang dilakukan Airlangga membahas Pilpres 2024. Dia bilang, Golkar terbuka untuk berkoalisi dengan partai manapun.

“Pilpres 2024 masih terlalu dini. Yang utama, bersahabat baik dengan seluruh partai. Dalam Rapat Pimpinan Nasional kemarin, Golkar kembali menegaskan, membuka koalisi dengan semua,” ujar Meutya.

Menurutnya, pertemuan Airlangga dengan sejumlah ketua umum partai membahas sejumlah isu nasional. Misalnya, dengan Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto belum ini. Mereka hanya membahas terkait food estate dan rencana pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade 2032.

Dua pentolan parpol diketahui sama-sama merupakan pimpinan cabang olahraga. Airlangga merupakan Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), sedangkan Prabowo merupakan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

Seperti diberitakan, sebelum bertemu Prabowo, Airlangga lebih dahulu melakukan safari politik ke Ketum Partai NasDem Surya Paloh, dan Ketum PPP Suharso Monoarfa.

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.