Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Ketika Ketua MPR Bamsoet Jadi Peracik Kopi Ulee Kareng dalam Kunjungan ke Aceh
  Nyoman Suardhika   12 Juni 2021
Credit Photo / Kumparan

Kabargolkar.com - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo mengisi waktu luang di sela-sela kunjungan kerja di Aceh menyempatkan diri menikmati kopi di Warung Kopi Solong kawasan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Kamis (10/6).

Di sana, pria yang akrab disapa
Bamsoet itu juga mencoba menjadi peracik kopi tradisional khas Aceh dengan menggunakan saringan kain yang berbentuk kerucut.

"Menyajikan kopi secara tradisional dengan teknik saring kain, memberikan sensasi yang unik. Setelah bubuk kopi diseduh dengan air mendidih, saringan kopi yang berada di dalam wadah diangkat tinggi-tinggi. Tangan kiri memegang wadah, sementara tangan kanan memainkan saringan dengan cara naik dan turun secara cekatan. Sari kopi pun mengucur dari ujung saringan. Menghasilkan aroma kopi yang menyerbak harum memenuhi seisi ruangan," ujar Bamsoet dalam keterangannya seperti yang kami lansir dari laman acehkini, Jumat (11/6).

Turut hadir Rektor Universitas Syiah Kuala Prof Samsul Rizal, Wakapolda Aceh Brigjen Pol Raden Purwadi, Kapok Sahli Pangdam Iskandar Muda Brigjen TNI Bambang Indrayanto, dan Kepala BNN Aceh Brigjen Pol Heru Pranoto.

Dari Jakarta mendampingi Ketua MPR RI, Anggora DPR RI Fraksi PKS Nasir Jamil, pengurus pusat Ikatan Motor Indonesia Syamsul Bahri, Elvis Junaedi, Rio Castello, Erwin MP, Amriyati dan Andi Sinulingga.

Ketua MPR RI itu mengatakan, cita rasa kopi di Warung Kopi Solong Ulee Kareng sangat khas. Warna kopi terlihat tebal tetapi tidak pahit gosong. Bubuk kopinya pun murni, tidak bercampur tepung jagung atau beras. Sehingga menjadikannya sebagai salah satu kopi robusta terbaik di Aceh, bahkan di Indonesia.

"Menyesuaikan dengan perkembangan selera konsumen, selain menyediakan kopi robusta, di Kedai Kopi Solong Ulee Kareng juga menyediakan kopi jenis arabika Gayo yang tidak kalah nikmatnya. Kedua jenis kopi tersebut bisa saling bersanding dalam satu meja, menjadi pemandang memikat yang senantiasa menghiasai kehidupan masyarakat Aceh," kata Bamsoet.
 
Ia menambahkan, tidak hanya di Café Solong, cara menyeduh kopi secara tradisional juga masih bertahan di kedai-kedai kopi di Aceh. Itu tidak tergantikan meskipun banyak mesin canggih telah dibuat. Justru dengan cara tradisional, ada rasa khas yang dihasilkan dari setiap tegukan kopi.
 
"Rasa humanisme dan rasa persaudaraan, yang tidak bisa digantikan oleh mesin. Rasa tersebut lahir dari hati si barista. Rasa tersebutlah yang menjadi kekuatan bagi berbagai kedai kopi di Aceh. Tidak heran jika ratusan cangkir kopi bisa terjual setiap harinya," sebut Bamsoet.
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.