07 Desember 2021
Aburizal Bakrie: Selamat Jalan Verawaty, Semoga Husnul Khotimah
  Nyoman Suardhika
  23 November 2021
  • Share :
Credit Photo / Facebook

Kabargolkar.com - Ketua Dewan Pembina Partai Golkar sekaligus Tokoh Nasional Bapak Aburizal Bakrie mengucapkan duka mendalam atas meninggalnya legenda bulu tangkis Indonesia Verawaty Fadjrin yang meninggal dunia pagi ini, Minggu (21/11) pukul 6.58 wib di RS Dharmais, Jakarta. 

Lewat unggahan media sosial terverifikasinya, Selasa (22/11/2021) Aburizal Bakrie menulisakn pesan haru bagi Almarhumah yang kebetulan sempat juga berkatifitas mengurus Bulutangkis bersama sama.

''Turut berdukacita atas wafatnya Verawaty Fajrin. Juara dunia bulu tangkis putri pertama dari Indonesia yang banyak mengharumkan nama bangsa di ajang bulu tangkis. Saya mengenal Verawaty dengan baik, sejak aktif ikut mengurus bulu tangkis. Almarhumah orangnya rendah hati, ramah, dan memiliki semangat pantang menyerah, Tulis Aburizal Bakrie.

Bagi Aburizal, sosok legenda yang penuh prestasi seperti Almarhumah Verawaty adalah sebuah kehilangan bagi Bangsa Indonesia bukan hanya Dunia Bulutangkis saja, dan Indonesia pun telah ditinggalkan oleh salah satu Puteri terbaiknya.

''Dunia bulu tangkis dan Bangsa Indonesia kehilangan salah satu putri terbaiknya. Selamat jalan Verawaty, semoga husnul khotimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran, Amin.'' Tutup Aburizal menutup keterangan dalam unggahannya.

Verawaty mantan pemain yang sarat prestasi besar ini berpulang dalam usia 64 tahun setelah sempat menjalani perawatan akibat sakit kanker paru-paru. Hingga akhir hayat, Vera meninggalkan suami, Fadjriansyah Bidoein,  seorang anak Fidyandini dan dua cucu.

Jenasah Verawaty dimakamkan di TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan, Minggu (20/11/2021) siang, diberangkatkan dari rumah duka, Kavling DKI Cipayung, Jl. Durian Blok T 1 No 23 RT 01 / 08, Cipayung, Jakarta Timur. Sebelumnya disalatkan di Masjid Al Islam, kawasan Cipayung, Jakarta Timur.

Vera memang berprestasi. Pada tunggal putri, Legenda Bulutangkis Indonesia kelahiran Jakarta, 1 Oktober 1957 ini sukses menjuarai Kejuaraan Dunia 1980 di Jakarta. Dia menjadi kampiun usai di final mengalahkan rekannya, Ivana Lie,11-1, 11-3. 

Setahun sebelumnya, bersama Imelda Wigoena, Vera juga merenggut juara All England 1979 setelah menekuk Atsuko Tokuda/Mikiko Takada (Jepang), 15-3, 10-15, 15-5. Mereka pun menjadi pasangan ganda putri kedua Indonesia yang sukses di All England setelah Minarni/Retno Kustiyah yang melakukannya pada 1968. Bersama Imelda pula, Vera merebut emas SEA Games Manila 1981.

Bersama Imelda pula, Vera juga sukses merebut medali emas Asian Games VIII/1978 di Bangkok. Mereka  di final mengalahkan Chiu Yu Fang/Cheng Hui Ming (China). Sebelumnya, mereka juga memenangi titel Denmark Terbuka 1978. 

Di luar itu, masih prestasi besar lainnya. Bersama Eddy Hartono, Vera sebelumnya juga ikut mengantarkan Indonesia memboyong Piala Sudirman 1989. Mereka menjadi penentu kemenangan tim Garuda 3-2 atas Korea Selatan di final setelah mengatasi Park Joo-bong/Chung Myung-hee, 18-13, 15-3.




Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.