“Peluang Golkar, PDIP dan Gerindra sama besarnya untuk menjadi pemenang Pemilu di Banten. Titik kemenangan diantara mereka akan terletak pada isu yang dimainkan dan calon Pilpres yang dimajukan,” terangnya.
Bahkan jika melihat kemesraan ketiga partai tersebut di level nasional, lanjut Leo, maka sebenarnya amat sulit diprediksi siapa yang akan menjuarai kontestasi tersebut di Banten. “Saya menilai persaingan partai akan jauh lebih nampak dan keras 1 atau 1,5 tahun sebelum Pemilu 2024,” tegas Leo.
Sebelumnya, Direktur Paradigma Indonesia Zulfian Hanief menuturkan, pihaknya telah melakukan survei terkait dukungan publik terhadap partai politik pada September 2021 lalu Hasilnya Golkar menjadi partai politik yang paling banyak dipilih responden. Meskipun mayoritas responden tidak jawab/rahasia terkait dukungannya terhadap partai politik.
“Bila Pemilu Legislatif digelar tahun 2021, maka responden yang menyampaikan pilihannya kepada Golkar 5,0 persen, disusul Demokrat 4,8 persen, PDIP 3,9 persen, Gerindra 3,4 persen, dan NasDem 1,1 persen. Sementara partai lainnya mendapat dukungan di bawah 1 persen,” bebernya.
Hanief menegaskan, tingginya elektabilitas Golkar dibandingkan Demokrat dan PDIP salah satunya ditopang oleh kader-kader Golkar yang masuk bursa calon gubernur pada Pilgub Banten 2024 mendatang. Tiga nama yang paling tinggi dukungannya ialah Andika Hazrumy, Airin Rachmi Diany dan Ahmed Zaki Iskandar.
“Ketiga kader Golkar tersebut cukup bersaing dengan nama Cagub dari partai lain seperti Rano Karno (kader PDIP) maupun Wahidin Halim, Iti Octavia Jaya Baya dan Arief Wismansyah (kader Demokrat,” pungkasnya.
Menyikapi hasil survei Paradigma Indonesia, akademisi Untirta Ail Muldi mengatakan, hasil survei tersebut hanya berlaku bila Pemilu maupun Pilgub Banten digelar tahun ini. Sementara pada 2024 pasti akan berbeda angka-angkanya.
“Apalagi Pilgub Banten 2024 digelar serentak bersamaan dengan pilpres dan Pemilu Legislatif. Itu tentu akan berubah lagi peta politik di Banten,” katanya.