Kabargolkar.com - Almarhum Anak Agung Ngurah Rai Wiranata telah dipalebon, di Setra Gandamayu, Desa Adat Kesiman, Anggara Kelawu, Selasa siang (4/10/202) kemarin.
Sebelum dilaksanakannya Palebon, upacara nyiramin (memandikan) dan pelepasan jenazah almarhum dilakukan di rumah duka, Jero Cerancam, Kelurahan Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, Soma Kliwon Wayang, pada Senin (3/10/2022).
Pelepasan jenazah dihadiri Ketua Umum (Ketum) SOKSI Ahmad Noor Supit, Ketua Harian DEPINAS SOKSI Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra (Gus Adhi) dan Sekjen DEPINAS SOKSI Mukhamad Misbakhun.
Gus Adhi mengatakan, sosok Rai Wiranatha merupakan tokoh dan kader militan SOKSI (salah satu organisasi pendiri Partai Golkar).
“Sebagai kader Golkar dan kader SOKSI militansinya tidak usah diragukan lagi. Ajik (Rai Wiranata) sampai dijuluki sebagai anak ideologis dari Prof Dr Soehardiman yang merupakan pendiri SOKSI,” ujar Gus Adhi dalam keterangan persnya, Rabu (5/10/2022).
Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar ini menjelaskan, kekaderan Rai Wiranata layak diteladani para kader muda di SOKSI dan Partai Golkar.
Salah satu yang patut diteladani dari sosok Rai Wiranata, kata Gus Adhi, adalah keteguhan dan kesetiaannya di SOKSI dan Partai Golkar dalam segala ‘cuaca’ dan situasi politik apapun.
"Rai Wiranata tidak pernah loncat kemana-mana walaupun angin politik berubah," tutup Gus Adhi.
Sebelumnya diberitakan, Rai Wiranata meninggal dunia di kediamannya pada Kamis (22/9/2022) lalu, karena menderita penyakit kanker usus stadium 4.
Sebelum menghembuskan nafas terakhir, sehari sebelumnya, dia sempat dijenguk Ketua DPD I Golkar Bali Nyoman Sugawa Korry bersama pengurus Golkar lainnya.
Saat melawan penyakit kanker usus yang dideritanya, Rai Wiranata tidak pernah mau dioperasi, tetapi memilih pengobatan herbal.
“Sepertinya beliau tidak mau merepotkan, berkali-kali kita ajak, tetap tidak mau dioperasi,” ujar anak almarhum Rai Wiranata, Anak Agung Ngurah Putra Cahaya Wiranata.