21 Juni 2021
Gandeng Ditlantas Polda Bali, Siswa SMA Ngurah Rai dan SOKSI Z Ikuti Safety Riding
  Nyoman Suardhika
  05 Juni 2021
  • Share :
Credit Photo / SOKSINEWS

Kabargolkar.com - Yayasan Pendidikan Ngurah Rai yang menaungi sekolah SMP/SMA/SMK Ngurah Rai Kerobokan, Badung menggandeng Ditlantas Polda Bali mengadakan edukasi prokes dan tertib berlalu lintas Kamis (3/6/2021).

Bertempat di Sekolah Ngurah Rai, Rai Kerobokan, Badung, melibatkan peserta siswa SMP dan SMA Ngurah Rai serta adik-adik dari SOKSI Z dengan tema “Police Goes to School and Safety Riding”.

Kegiatan ini juga dalam rangka memperingati HUT ke-42 Yayasan Pendidikan Ngurah Rai, Hari Sepeda Sedunia atau World Bicycle Day 3 Juni 2021, dan HUT ke-61 SOKSI (Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia).

Acara dibuka langsung Ketua Yayasan Pendidikan Ngurah Rai AA Bagus Adhi Mahendra Putra (Amatra) yang juga Anggota Komisi II DPR RI/Anggota Fraksi Golkar DPR RI Dapil Bali.

Edukasi ini menghadirkan pembicara Kompol I Made Uder, selaku Kasi Dikmas (Pendidikan Masyarakat) Ditlantas Polda Bali.

Amatra yang akrab disapa Gus Adhi menjelaskan kegiatan edukasi safety riding ini didasari atas keprihatinan terhadap tingginya angka kecelakaan di kalangan pelajar.

Lewat edukasi ini Gus Adhi ingin melakukan pencegahan dini sehingga lebih banyak generasi muda yang terselamatkan dari bahaya kecelakaan lalu lintas (laka lantas).

“Kecelakaan lalu lintas banyak terjadi di kalangan pelajar dan paling banyaknya di SMA. Jadi penting para pelajar ini diberikan pemahaman safety riding bagaimana berkendara sepeda motor yang aman sejak dini,” ungkap Gus Adhi yang juga Ketua Harian DEPINAS SOKSI itu.

Anggota Komisi II DPR RI dengan lingkup tugas di bidang dalam negeri, sekretariat negara, dan pemilu ini, mengatakan, edukasi safety riding ini juga menjadi bagian dari program edukasi Yayasan Ngurah Rai serangkain branding “Sekolah Ngurah Rai Reborn: Kami Hadir untuk Kualitas”.

Itu semua menandai era baru, wajah baru dan penerapan teknologi terkini mendukung pembelajaran serta kebangkitan sekolah ini dalam kontribusinya mencerdaskan anak bangsa dan memajukan kualitas pendidikan di Indonesia khususnya Bali.

Gus Adhi mengajak generasi muda untuk serius memahami safety riding dan menerapkannya ketika sudah waktunya dan sudah cukup umur mereka berkendara. Gus Adhi juga berpesan agar generasi muda para pelajar ini menghindari narkoba.

“Kalau pemahaman safety riding di generasi muda ini sukses kita berikan maka kita tidak hanya menyelamatkan generasi muda tapi juga menyelamatkan bangsa. Makanya kita isi generasi muda tidak hanya dengan ilmu pendidikan, wawasan kebangsaan tapi juga ilmu keselamatan sepeda motor,” papar Anggota Fraksi Golkar DPR RI Dapil Bali ini.

Untuk di SMP Ngurah Rai, Gus Adhi menuturkan pihaknya melarang siswa SMP membawa motor ke sekolah karena belum cukup umur. Karenanya diharapkan kesadaran orang tua meluangkan waktunya mengantarkan putra-putrinya ke sekolah.

Sementara bagi siswa yang tempat tinggalnya dekat dengan sekolah, diharapkan agar ke sekolah dengan bersepeda. Karenanya dalam edukasi safety riding ini juga ditekankan bagaimana keamanan bersepeda.

“Bagi yang rumahnya dekat, kita anjurkan bersepeda, kita siapkan lahan parkir yang luas. Dan ingat safety riding bersepeda juga. Anak-anak yang belum cukup umur agar naik sepeda dan bisa menyehatkan dirinya dengan bersepeda di masa pandemi,” pungkas Gus Adhi yang juga Ketua DEPIDAR SOKSI Bli.

Kompol I Made Uder, selaku Kasi Dikmas (Pendidikan Masyarakat) Ditlantas Polda Bali memberikan pemahaman kepada para pelajar SMP dan SMA ini terkait safety riding dan tertib berlalu lintas.

Dikatakan pengendara kendaraan bermotor (sepeda motor) harus siap diri (seperti harus punya SIM), siap kendaraan (cek kelengkapan kendaraan, seperti lampu, lampu sign). Mereka jug harus memahami rambu-rambu lalu lintas (larangan, perintah, petunjuk, peringatan).

“Berkendara di jalan adalah tantangan. Jadi Di jalan kendalikan diri, jangan ngebut. Jangan lupa pakai helm. Tiap hari jadikan safety riding sebagai kebiasaan dan akhirnya dengan sendirinya dilakukan jadi budaya,” pesan Kompol I Made Uder.

Sekolah Ngurah Rai “Reborn”

Yayasan Ngurah Rai yang telah memiliki izin operasional sejak 1979 memulai kiprahnya dalam dunia pendidikan melalui penguatan siswa SMP Ngurah Rai dan SMA Ngurah Rai. Sejak 2021 ini, ikut mendukung pemerintah dalam mempersiapkan tenaga terampil siap pakai dengan membuka pendidikan vokasi, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ngurah Rai.

Menyesuaikan kebutuhan dalam menumbuhkembangkan pariwisata lokal, SMK Ngurah Rai Kerobokan dibuka tahun ini dengan jurusan Tata Boga dan Perhotelan. Bekerjasama dengan beberapa hotel setempat, diantaranya Aston Kuta dan D’Jabu Seminyak.

Gus Adhi diamanahkan sebagai Ketua Yayasan Ngurah Rai berharap sinergi dengan mitra dan para pihak terkait dapat mempercepat optimalisasi peran sekolah dalam menciptakan generasi unggul yang terdidik dengan tetap mengedepankan nasionalisme berkarakter pancasila.

Lebih lanjut, Gus Adhi yang juga Ketua Harian DEPINAS SOKSI ini menyampaikan bahwa tidak menutup kemungkinan Yayasan Ngurah Rai akan membuka SMK Pertanian di waktu yang akan datang, sebagai upaya bersama menjaga warisan sejarah kebesaran negara agraris, dimana Bali memiliki potensi yang dapat diandalkan sebagai salah satu lumbung pangan strategis.

Sebagai aksi kongkrit “Sekolah Ngurah Rai Reborn: Kami Hadir untuk Kualitas”, Gus Adhi memastikan transformasi pendidikan perlu dilakukan segera. Gedung baru dengan lingkungan yang kondusif dan suasana belajar yang nyaman ditambah dengan guru-guru berkualitas diyakini akan menambah minat siswa mengenyam pendidikan secara riang gembira.

“Gedung baru dengan lingkungan yang kondusif dan suasana belajar yang nyaman ditambah dengan guru-guru berkualitas diyakini akan menambah minat siswa mengenyam pendidikan secara riang gembira,” ucapnya.

Dengan jargon anyar yakni “Reborn”, Yayasan Ngurah Rai yang menaungi tiga lembaga pendidikan ini pun kini dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar mengedepankan teknologi modern.

“Absen siswa berbasis sidik jari dan absen itu terkoneksi dengan Hp para orang tua siswa sehingga mereka dapat memantau langsung putra putrinya. Selain itu pembayaran SPP maupun lainnya bekerjasama dengan bank pemerintah untuk meminimalkan pembayaran cash, jadi semua digital, online,” papar Gus Adhi.[SOKSINEWS]

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.