Sementara, beberapa sektor yang mengalami peningkatan ekspor di atas 30 persen dari periode tahun sebelumnya antara lain industri furnitur yang naik sebesar 80,87 persen dengan nilai ekspor 164,70 juta dolar AS, kemudian industri farmasi, produk obat kimia, dan obat tradisional naik 42,41 persen dengan nilai ekspor 58,37 juta dolar AS. Disusul industri pengolahan tembakau naik 42,38 persen dengan nilai ekspor 104,23 juta dolar AS, industri pencetakan dan reproduksi media rekaman naik 41,38 persen dengan nilai ekspor 2,55 juta dolar AS, serta industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki naik 40,76 persen dengan nilai ekspor 433,07 juta dolar AS.