Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Stimulus Pasar Otomotif, Menperin Minta Relaksasi Pajak Mobil Baru
  Bambang Soetiono   23 September 2020
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: Dok. Kemenperin

kabargolkar.com, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meminta dukungan Komisi VI DPR RI untuk merealisasikan relaksasi pajak pembelian mobil baru sebesar nol persen. Langkah pemangkasan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dinilai bakal memberikan efek berantai bagi pemulihan ekonomi nasional.

"Relaksasi pajak pembelian mobil baru ini latar belakangnya adalah industri otomotif merupakan industri yang paling berat terdampak pandemi, sehingga harus dapat perhatian khusus," kata Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Selasa, 22 September 2020.

Menurut Agus, usulan stimulus fiskal bagi sektor otomotif hingga Desember 2020 ini telah disampaikan kepada Kementerian Keuangan untuk dikaji. Pertumbuhan secara berantai dipastikan terjadi lantaran industri otomotif melibatkan banyak kelompok industri kecil menengah dalam pemenuhan komponen kendaraan.

Agus mengatakan kebijakan tersebut telah diimplementasikan oleh negara lain dan berhasil mendongkrak penjualan mobil Juni-Juli hingga 80 persen. Meski demikian, Agus tak merinci negara mana yang ia maksud.

"Bisa kita bayangkan sektor otomotif ini punya supply chain yang cukup banyak, salah satu yang paling banyak dibandingkan sektor lain, sehingga apabila sektor otomotif tumbuh pendukungnya juga akan ikut tumbuh, belum lagi ketika bicara mengenai dukungan jasa seperti bengkel dan sebagainya," paparnya.

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini, industri otomotif di Tanah Air pada beberapa produknya juga telah menerapkan regulasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) hingga 75 persen. Keterlibatan tenaga kerja dan bahan baku lokal sangat besar meski brand mobil tersebut menggunakan nama perusahaan dari negara lain.

"Satu produk misalnya mobil L300 buatan Mitsubishi, itu sekarang per hari ini lokal kontennya 75 persen. Bisa dibayangkan kalau L300 ini tidak ada pembelian sehingga akan berpengaruh 75 persen ke supply chain yang ada di L300 ini. Apabila laku industri otomotif menggeliat dan konsumen juga menggeliat itu akan mempengaruhi supply chain yang ada di bawahnya," pungkas Agus.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.