Kabargolkar.com - Pemerintah telah melakukan beragam upaya untuk menjaga pasokan vaksin corona di Indonesia. Terlebih diketahui, sejumlah negara produsen vaksin tengah membatasi ekspor akibat mengalami gelombang ketiga lonjakan kasus COVID-19.
Menanggapi hal ini, Menko Perekonomian sekaligus Ketua KPCPEN Airlangga Hartarto mengaku menaruh harapan besar kepada Korea Selatan. Ia berharap meski ada penundaan pengiriman vaksin AstraZeneca dari GAVI melalui skema COVAX, Korea Selatan tetap bisa memenuhi suplai vaksin AstraZeneca di Tanah Air.
"Tentu kita melihat vaksin AstraZeneca kita perolehnya dari Korea Selatan, jadi tentu kita harap yang dari Korea ini bisa terus menyuplai," kata Airlangga dalam launching Vaksinesia di kumparan pada Minggu (11/4).
Meski berharap pada Korsel, Airlangga memastikan ada multisourcing dalam penyediaan vaksin corona. Dengan begitu pemerintah tak bergantung kepada satu produsen dan target vaksinasi di Indonesia bisa cepat tercapai.
"Kita juga ada suplai dari India, jadi itu tentu jadi catatan pemerintah. Kemudian kita juga dorong vaksin yang bulk dari Sinovac, itu sesuai dengan jadwal. Sehingga kita optimis saat ini vaksinnya sesuai jadwal yang ditentukan pemerintah," jelas Airlangga.
Imunisasi sudah mencapai 13 juta, dan 13 juta itu dari target 182 juta. Jadi kita masih punya target yang harus dicapai, dan target Bapak Presiden pada Juni, Juli, itu bisa 70 juta penduduk. Sehingga tentu yang paling penting sekarang adalah bagaimana cara kita memperoleh vaksin," imbuh dia. [Kumparan]