Kabar Golkar

Pastikan Pasokan Oksigen Terpenuhi, Menperin Dorong Industri Genjot Produksi Hingga Impor

Oleh · · Kabar Kabinet

Menperin Agus Gumiwang(Dok. humas kemenperin)
Menperin Agus Gumiwang(Dok. humas kemenperin)

Sedangkan sisanya, sebesar 272,9 ton per hari atau 29,6 persen merupakan produksi lokal. 

Berdasarkan Instruksi Menperin No. 1 Tahun 2021, Kemenperin menginstruksikan pelaku industri untuk berkontribusi dalam pemenuhan oksigen bagi penanganan Covid-19. Seperti Samator yang akan mefungsikan unit liquefaction di Surabaya yang menambahkan pasokan oksigen. 

Sementara, Airliquide juga mengaktivasi kembali plant-nya di Cilegon. PT Obsidian Stainless Steel, PT Sojitz Indonesia, PT Smelting yang memiliki oxygen plant bersedia meningkatkan produksi oksigennya untuk kebutuhan medis. 

Industri pupuk, seperti Pupuk Kaltim dan Pupuk Sriwijaya juga memiliki beberapa oxygen plant. 

"Jika mereka dapat didorong untuk meningkatkan produksi oksigen maka akan membantu suplai oksigen nasional. Oleh karena itu saya sangat mengapreasiasi setinggi-tingginya pada perusahaan yang berkontribusi terhadap oksigen medis," kata Agus. 

Salah satu kendala yang dihadapi dalam pemenuhan kebutuhan oksigen medis bagi rumah sakit dan filling station adalah mobilisasi dari pabrik menggunakan isotank. 

Menurut asesmen Kemenkes per 3 Juli 2021, saat ini diperlukan tambahan 140 isotank untuk mengamankan distribusi ke rumah sakit dan filling station. 

Kemenperin telah menginventarisasi 265 unit isotank yang berpotensi dimobilisasi untuk mendistribusikan oksigen medis. 

Inventarisir isotank tersebut berasal dari PT IMIP Morowali, Pertamina, PT Pupuk Indonesia, PT AICO Energy, PT Natgas Indonesia, PT Risco Solusi Indonesia, PT Air Products Indonesia, PT Obsidian Stainless Steel, PT Jatim Petroleum Transport, dan perusahaan-perusahan KKKS yang dikoordinasikan oleh SKK Migas. 

Demikian juga, yang berasal dari Pemerintah India dan isotank yang dibeli dari realokasi APBN Kemenperin. 

Dari jumlah tersebut, ada 132 unit isotank yang siap dioperasikan mengangkut oksigen untuk kebutuhan medis. Sisanya, sedang dalam proses transportasi dan inspeksi untuk bisa siap digunakan dalam beberapa hari kedepan. 

Selain itu, Kemenperin menargetkan untuk mendatangkan sekitar 20.000 unit oxygen concentrator. Sampai hari ini, Kemenperin telah menginventarisasi 8.600 unit oxygen concentrator, di antaranya berasal dari PT Indorama, Temasek, Daihatsu-Isuzu-TSM, PT Mitsubishi, dan PT Obsidian Stainless Steel. 

Kemenperin juga menargetkan dapat segera mendatangkan sebanyak mungkin deployable oxygen concentrator system (DOCS). 

Saat ini, 9 unit DOCS yang dibeli dengan realokasi APBN Kemenperin akan segera tiba di Indonesia. Masing-masing unit tersebut dapat menyuplai oksigen untuk 700 pasien Covid-19 per hari. "Alat ini sangat cocok ditempatkan di daerah yang jauh dari jalur distribusi oksigen," pungkas Agus.