26 Juli 2021
Menperin Agus Gumiwang Bertekad Perluas Pangsa Ekspor ke Afrika dan Eropa Timur
  Bambang Soetiono
  22 Juli 2021
  • Share :
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: Kementerian Perindustrian

kabargolkar.com, JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa sektor industri manufaktur Indonesia terus menunjukkan kinerja positif.

Hal tersebut tercermin dari semakin meningkatnya capaian ekspor hingga paruh tahun pertama 2021. Tercatat pada periode Januari-Juni 2021, pencapaian sektor industri mencapai USD81,07 Miliar atau meningkat 33,45% dari periode yang sama tahun sebelumnya (y-o-y).

Tak hanya itu, menurut Menperin Agus, sektor industri juga masih memberikan kontribusi terbesar terhadap total ekspor nasional yang mencapai 78,80% atau senilai USD102,87 Miliar.

Bahkan, kinerja ekspor sektor industri pada paruh pertama 2021 ini turut mencatatkan surplus perdagangan nasional sebesar USD11,86 Miliar.

"Kami bertekad terus mempertahankan dan memperkuat potensi ekspor industri pengolahan dan meningkatkan daya saing industri dalam negeri dari negara-negara kompetitor," ujar Menperin Agus dalam keterangannya yang dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Rabu malam (21/7/2021).

Menurutnya, dengan keunggulan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang kompeten, hilirisasi di sektor industri perlu terus ditingkatkan. "Hal ini bertujuan untuk menghasilkan produk-produk bernilai tambah tinggi dengan peluang pasar ekspor yang besar,” tegas Menperin.

Selain itu, dirinya menyampaikan, sejumlah strategi dalam hal peningkatan ekspor, diantaranya dengan melakukan perluasan pasar. "Kita akan terus melakukan perluasan pasar, termasuk ke negara-negara tujuan nontradisional, seperti Afrika, Asia Selatan, dan Eropa Timur," tandas Menperin Agus.

Strategi berikutnya ialah mengoptimalkab kerja sama ekonomi komprehensif serta perjanjian perdagangan bilateral dan regional.

"Kita perlu mengoptimalkan kerjasama untuk meningkatkan akses pasar produk industri nasional," ujarnya.

"Sebagai contoh, dengan Indonesia Australia-Comprehensive Economy Partnership Agreement (IA-CEPA), Indonesia dapat meningkatkan ekspor sektor otomotif,” pungkas Menperin.

Perlu diketahui, di bulan Juni 2021 kemarin saja, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa ekspor industri manufaktur mencapai USD14,08 Miliar atau meningkat 9,7% dari bulan Mei 2021 (USD12,83 Miliar).

Capaian ekspor sektor industri di Juni ini berkontribusi 75,91% terhadap total ekspor nasional yang mencapai USD18,55 Miliar.

Adapun sektor industri manufaktur dengan kinerja ekspor yang mendominasi ekspor di bulan Juni 2021 antara lain industri besi dan baja dengan nilai USD1,99 Miliar, diikuti lemak dan minyak hewan/nabati (USD1,89 Miliar), mesin dan perlengkapan elektrik (USD1 Miliar), kendaraan dan bagiannya (USD734,6 Juta), serta karet dan barang dari karet (USD605 Juta).

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.