Ia menambahkan, dalam masa pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19, sektor industri menunjukkan beberapa indikator kinerja yang baik. Salah satunya pada capaian nilai ekspor. Sepanjang Januari sampai Oktober 2021, industri pengolahan mencatatkan nilai ekspor sebesar USD143,76 miliar, meningkat 35,53 persen dibandingkan pada periode sama tahun lalu.
Selanjutnya, sektor industri memberikan kontribusi terbesar, yaitu 77,16 persen dari total nilai ekspor nasional pada periode tersebut. Indikator positif lain adalah penerimaan pajak sektor industri pengolahan yang tumbuh 14,6 persen pada Januari sampai Oktober 2021, memberikan kontribusi hingga 29,8 persen atau terbesar terhadap total penerimaan pajak nasional.
Dari sisi keyakinan berusaha, merujuk laporan IHS Markit, selama tiga bulan berturut-turut, produksi sektor manufaktur di Indonesia masih mengalami ekspansi seiring dengan dampak Covid-19 yang kian berkurang.
Output dan permintaan baru juga terus naik pada kisaran kuat. Bahkan, kenaikan lebih lanjut terlihat pada aktivitas pembelian di tengah perbaikan permintaan pasar.
“Kami optimis pertumbuhan industri dapat mencapai sekitar 4-5 persen bila tidak terdapat gelombang susulan dari Covid-19. Karenanya, kami mendukung agar industri tetap mempertahankan produktivitas dan daya saingnya saat ini dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat," pungkas Menperin.