Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
PMI Manufaktur RI Berhasil Kalahkan China dan ASEAN, Menperin Agus Gumiwang: Kami Bersyukur
  Bambang Soetiono   05 Februari 2022
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita (Photo: Antara)

kabargolkar.com, JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan sebuah kabar baik dimana Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia di awal tahun macan air mampu berada di level 53,7.

Menperin bersyukur, hasil survei yang dirilis oleh IHS Markit tersebut sejatinya menunjukkan bahwa industri pengolahan nonmigas di tanah air masih berada di jalur ekspansif.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada para pelaku industri manufaktur di tanah air. Kabar baik ini merupakan sinyal atau indikator bahwa pelaku industri makin optimistis terhadap kondisi ekonomi saat ini,” kata Menperin Agus dalam keterangannya seperti yang dikutip dari industry.co.id pada Jumat (4/02/2022).

Tak hanya itu, menurut Menperin capaian PMI Manufaktur Indonesia pada bulan pertama tersebut juga lebih tinggi dibanding torehan pada Desember tahun lalu yang berada di level 53,5. 

Bahkan PMI Manufaktur Indonesia di bulan pertama tahun 2022 tersebut lebih tinggi dari capaian rata-rata negara ASEAN yang berada di level 52,7, seperti Malaysia (52,8), Filipina (50,0), Korea Selatan (51,9), Rusia (51,8), dan China (49,1).

Menurut Menperin, capaian tersebut tak lepas dari berbagai program pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif di tengah tekanan pandemi Covid-19. 

“Berbagai kebijakan strategis telah dijalankan pemerintah dalam mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional, termasuk memberikan stimulus bagi pelaku industri agar bisa berproduksi dan berdaya saing,” paparnya. 

Untuk itu, Menperin meyakini, sektor industri manufaktur akan tetap memainkan peranan penting bagi perekonomian nasional.

“Peran penting ini dapat dilihat dari kinerja makro sektor industri manufaktur di beberapa indikator, misalnya dari realisasi investasi, capaian ekspor, dan penambahan tenaga kerja,” ungkapnya.

Untuk diketahui, dari sisi ekspor, industri manufaktur terus memberikan kontribusi yang paling besar, dimana ekspor industri manufaktur pada tahun 2021 mencapai USD177,10 miliar atau menyumbang hingga 76,49 persen dari total ekspor nasional.

Capaian tersebut melampaui nilai ekspor manufaktur sepanjang tahun 2020 sebesar Rp131 miliar dan bahkan lebih tinggi dari capaian ekspor tahun 2019 yang berada di angka Rp127,38 miliar. 

Sementara itu, realisasi investasi di sektor manufaktur pada tahun 2021 tercatat sebesar Rp325,4 triliun atau naik 19,24% dari nilai investasi tahun 2020.

Adapun terkait aspek ketenagakerjaan, menurut Menperin sektor industri manufaktur juga tercatat berhasil meningkatkan jumlah serapan tenaga kerja baru pada tahun lalu.

"Ada tambahan penyerapan tenaga kerja sebanyak 1,2 juta orang di tahun 2021 sehingga jumlah total tenaga kerja di sektor ini kembali meningkat ke angka 18,64 juta orang," tandasnya.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.