kabargolkar.com, JAKARTA - Ekspansi sektor manufaktur masih terus meningkat. Hal tersebut terlihat
beberapa kinerja sektor manufaktur yang makin membaik, seperti PDB, realisasi investasi, capaian ekspor, serapan tenaga kerja dan Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur.
Kontribusi sektor industri manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Sejak 2010, sektor industri terus memberikan kontribusi terbesar pada PDB nasional, bahkan di kala puncak pandemi terjadi pada tahun 2020-2021. Pada 2021, sektor industri mencatatkan PDB sebesar Rp2.946,9 Triliun, meningkat dari tahun 2020 yang mencapai Rp2.760,43 Triliun.
Menperin Agus Gumiwang pun mengatakan bahwa industri manufaktur telah menjadi penyokong ekonomi di banyak negara di dunia.
“Sektor industri manufaktur merupakan penyokong ekonomi di banyak negara besar di dunia, bahkan mempunyai kontribusi sebesar 14,5% terhadap GDP dunia. Namun, pandemi Covid-19 menyebabkan industri di dunia mengalami kontraksi maupun perlambatan pertumbuhan, yang juga mengakibatkan gangguan aktivitas ekonomi global,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada acara Inauguration TIIWG G20 Indonesia 2022 di Jakarta, Selasa (8/02/2022) lalu.
Industri manufaktur terus bersinar
Senada dengan Menperin Agus Gumiwang, Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif di Jakarta, Kamis (10/02/2022) memberikan pencapaian kontribusi sektor industri RI.
“Pada 2020, kontribusi sektor industri di Indonesia yang mencapai 19,8% juga melampaui rata-rata dunia yang sebesar 16,5%,” ujar Febri.