Reni berharap, para pelaku IKM penghasil barang-barang potensial tersebut dapat menangkap peluang belanja pemerintah ini dengan terus meningkatkan kualitas produk dan kemampuan bisnisnya. “Kami terus menggelar program peningkatan kompetensi SDM, pengembangan kualitas produk, standardisasi, fasilitasi mesin dan peralatan, membuka akses promosi dan pasar agar IKM bisa berdaya saing memenuhi pasar domestik dan luar negeri,” kata Reni.
Kemenperin juga berpartisipasi dalam business matching tahap kedua pada 11-21 April 202, yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koperasi dan UKM, dengan mengikutsertakan pelaku usaha binaan dalam showcase produk peralatan pertanian dan peralatan berat buatan pelaku usaha binaan Ditjen IKMAdan pelaku usaha binaan dari Direktorat Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Ditjen ILMATE sebanyak 32 perusahaan.
Dengan terus berlanjutnya penyelenggaraan Business matching, nilai komitmennya bertambah hingga mencapai Rp220,80 triliun per 25 April 2022, seperti yang ditunjukkan dashboard.kemenperin.go.id/bisma. Nilai komitmen tersebut terdiri atas 34.123 paket produk dalam negeri dan melibatkan 6.579 perusahaan produsen produk dalam negeri.Business matching ini ditargetkan akan selesai pada 31 Mei 2022, dengan total komitmen Rp500 triliun.