kabargolkar.com - Di era Industri 4.0, para talenta muda punya peran besar
dan menantang. Hal ini juga berlaku bagi para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kementerian Perindustrian. Mereka dituntut untuk lincah dan tangkas dalam menghadapi perubahan, serta siap berkolaborasi.
“Saat ini bukan zamannya lagi untuk bekerja sendiri-sendiri, namun bersinergi dan berkolaborasi for the greater good,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat memberikan pengarahan kepada para CPNS Kemenperin dalam kegiatan Inspiring Lecture dan Pembukaan Latihan Dasar CPNS di lingkungan Kementerian Perindustrian Tahun Formasi 2021 bertema “Agile and Collaborative: Talenta Muda Industri 4.0” di Jakarta, Selasa (10/5).
Mengutip pendiri dan Executive Chairman World Economic Forum Klaus Schwab, Menperin menyampaikan bahwa kemampuan berperilaku dan kemampuan non-kognitif sama pentingnya dengan kemampuan kognitif saat teknologi menguasai dunia kerja seperti sekarang ini. Kedua skill tersebut diperlukan untuk meningkatkan kolaborasi, inovasi, dan pemecahan masalah. “Karenanya, kontribusi Anda sangat berharga. Be agile, be collaborative, be smart,” pesannya.
Menurutnya, untuk mendukung Indonesia mampu bersaing di era global, Kemenperin membutuhkan SDM Aparatur yang mau terus menerus mengasah dirinya. Aparatur Sipil Negara (ASN) juga ditargetkan menjadi Smart ASN yang memiliki nilai dasar berAKHLAKdan branding Bangga Melayani Bangsa, sepertiyang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. “Sehingga para ASN mampu menjalani peran sebagai motor penggerak dalam pembangunan nasional dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” ujar Menperin.
Kepada 749 orang CPNS Kemenperin yang mengikuti Inspiring Lecture tersebut, Menperin menjelaskan salah satu kebijakan Kemenperin yang merupakan terobosan di masa pandemi Covid-19. Ketika awal pandemi Covid-19 di Indonesia, Kemenperin menjawab tantangan untuk menjaga kondisi perekonomian sekaligus mencegah penyebaran Covid-19. Langkah yang diambil Kemenperin adalah dengan mengeluarkan kebijakan pemberian Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) agar industri tetap beroperasi namun tetap memenuhi komitmen menjaga lingkungannya tetap sehat.
Dari contoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa ASN Kemenperin dituntut untuk mampu memahami dan mendalami berbagai permasalahan yang dihadapi sektor industri untuk dapat memproteksi industri dalam negeri agar semakin tumbuh serta meningkatkan kontribusi terhadap sektor ekonomi. Pada Triwulan I – 2022, sektor industri pengolahan nonmigas tumbuh mencapai 5,47%, melebihi pertumbuhan ekonomi yang sebesar 5,01%.
“Oleh karena itu, SDM aparatur Kemenperin harus dapat memahami dinamika sektor perindustrian dan perekonomian secara global. Setiap ASN juga perlu adaptif terhadap teknologi dan perubahan yang terjadi untuk menjawab tantangandigitalisasi dan meningkatkan kinerja pelayanan menjadi lebih cepat, akurat, efektif, efisien, dan optimal,” tegas Menperin.
Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Dody Widodo menyampaikan, sebanyak 749 orang CPNS yang mengikuti Inspiring Lecture dan Pembukaan Latsar CPNS merupakan peserta yang dinyatakan lulus tahap akhir dari seleksi yang diikuti oleh 31.937 pelamar.
“Dari jumlah tersebut, terdapat 12 orang dari formasi disabilitas sebagai bentuk komintken kami untuk menciptakan iklim kerja yang inklusif. Kami juga turut berbangga dengan adanya 69 orang yang merupakan lulusan dari politeknik yang ada dibawah naungan Kementerian Perindustrian,” jelas Dody