Dalam upaya mempromosikan berbagai keunggulan produk furnitur Indonesia, Ditjen IKMA Kemenperin juga memfasilitasi sejumlah IKM furnitur untuk tampil pada Jogja International Furniture and Craft Fair (JIFFINA). Kegiatan ini berlangsung selama 20-23 Agustus 2022 di Jogja Expo Center (JEC).
“Pameran ini merupakan acara tahunan, dengan konsep pameran international business to business (B2B) atau sebagai tempat pertemuan antara produsen dengan para buyer potensial dari luar negeri untuk berinteraksi, negosiasi dan transaksi langsung tanpa perantara,” ungkap Reni.
Melalui pameran JIFFINA ini, diharapkan jalur distribusi industri furnitur dapat lebih pendek sehingga daya saing produk mebel dan kerajinan IKM furnitur di pasar internasional dapat melesat. “Tahun ini, kami memfasilitasi booth seluas 432 m2 yang diisi oleh 16 IKM furnitur binaan Ditjen IKMA, terdiri dari 4 IKM dari Yogyakarta, 3 IKM dari Solo, 3 IKM dari Semarang, 2 IKM dari Jepara, 2 IKM dari Bali, 1 IKM dari Klaten dan 1 IKM dari Surabaya,” sebut Reni.
Pameran JIFFINA ke-6 ini mengusung tema “nature is back for eco lifestyle”, yang beberapa tahun terakhir ini menjadi tren di berbagai negara tujuan ekspor, terutama berkaitan dengan kelestarian lingkungan dan lacak balak bahan baku (sustainability and traceability).
"Harapan kami, pelaku IKM furnitur ini terus mengikuti tren pasar global dengan melakukan inovasi dan selalu melakukan eksplorasi kekayaan budaya nasional dengan kemasan modern dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan dalam rantai pasoknya,” ujar Reni.
Apabila upaya tersebut dijalankan, Dirjen IKMA optimistis, Indonesia bisa menjadi trendsetter dalam pengembangan produk furntur berbasis eco lifestyle. “Selain itu, daya beli pasar terhadap produk furnitur dan kerajinan yang masih tinggi ini perlu untuk terus kita respons dengan penyediaan berbagai akses alternatif promosi produk, akses online yang dapat dilakukan melalui e-commerce, dan akses offline yang salah satunya melalui penyelenggaraan pameran JIFFINA 2022,” tandasnya.