Pendidikan Vokasi Dual System
Sementara itu, di tingkat pendidikan menengah, BPSDMI Kemenperin menerapkan metode pembelajaran dual system bagi sekolah vokasi industri yang dibinanya, dengan proporsi 70% praktik dan 30% teori. Dengan begitu, metode tersebut lebih mengutamakan praktik dibandingkan teori.
Salah satu sekolah menengah vokasi yang dimiliki Kemenperin adalah SMK-SMAK Bogor yang juga menerapkan kurikulum yang terintegrasi antara Kemendikbud, Industri Internasional, serta Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Pembelajaran di SMK-SMAK Bogor berlangsung selama empat tahun, termasuk program magang di industri selama enam bulan. “Kurikulum yang sinkron dengan industri mendukung para lulusan SMK tersebut agar siap kerja dan terjun langsung,” jelas Kepala BPSDMI.
Kegiatan pembelajaran tersebut didukung dengan SDM tenaga pendidik yang profesional dan sarana fisik yang memadai. Dari waktu ke waktu, sekolah melakukan sinkronisasi peralatan dengan industri agar para siswa memiliki pengalaman dan kemampuan dalam mengoperasikan peralatan dan teknologi seperti yang digunakan di industri.
Pada 1 September 2022 lalu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meninjau unit pendidikan tersebut untuk memantau kegiatan belajar mengajar serta fasilitas yang dimiliki SMK-SMAK Bogor, serta berinteraksi dengan para siswa dan tenaga pendidik di sana.
SMK-SMAK Bogor mencatatkan prestasi membanggakan sebagai peringkat pertama SMK di Indonesia dalam nilai total Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk masuk perguruan tinggi negeri tertinggi, yaitu 580,148. “SMK-SMAK Bogor merupakan kebanggaan, bukan hanya bagi Kementerian Perindustrian, tapi juga bagi Republik Indonesia sebagai salah satu SMK terbaik di Indonesia,” ujar Menperin saat itu.