kabargolkar.com, MAKASSAR - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pengembangan industri galangan kapal
di Indonesia. Hal ini guna mewujudkan Indonesia sebagai negara poros maritim dunia.
"Saat ini, industri dalam negeri sudah sangat siap termasuk industri galangan kapal," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat mengunjungi dan melihat Kapal Ferry Ro-Ro Cargo 1.395 GT “KMP New Rose” yang dibangun oleh galangan kapal PT. Afta Tehnik Mandiri di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (10/2/2020).
Dalam kesempatan tersebut, Menperin Agus Gumiwang mengapresiasi PT Afta Tehnik Mandiri (ATM) yang telah berhasil memproduksi kapal KMP New Rose dengan permodalan milik pribadi, serta sumber daya manusia (SDM) lokal.
"Industri galangan kapal seperti ini menunjukkan bahwa kemampuan SDM lokal kita tidak kalah dengan bangsa lain, bahkan mereka bisa lebih kompetitif dengan harga cost production jauh lebih murah dibandingkan dengan tipe kapal sejenis yang harus diimpor dari luar negeri. Jadi kami sangat bangga," terangnya.
Agus Gumiwang pun berjanji akan terus mendorong pengembangan industri galangan kapal melalui regulasi termasuk sistem pendanaan untuk proses produksi.
"Ini kan sudah diatur dalam Undang-undang (UU) Perindustrian nomor 3 tahun 2014 tentang lembaga pembiayaan untuk industri. Saya melihat industri galangan kapal ini berneda dengan yang lainnya, proyeknya sendiri tidak bisa dijaminkan ke perbankan, sedangkan modalnya relatif cukup besar. Maka dari itu harus ada (intervensi) agar industri seperti ini bisa terbangun," jelas Menperin.
Secara umum, tambah Agus, industri galangan kapal ini akam terus didorong agat dapat memenuhi kebutuhan kapal dalam negeri. "Apalagi, industri ini kan bisa membanti program prioritas nasional dalam menciptakan Indonesia sebagai negara poros maritim dunia," ungkapnya.