kabargolkar.com, JAKARTA - Obrolan anak muda dan politik, penuh dengan diskusi dan ide. PP AMPG mendorong gerakan milenial yang melek politik dan permasalahan bangsa dengan menggelar bincang-bincang bersama tokoh-tokoh milenial dalam acara "Yellow Talks"..
Pada Rabu, 13 Mei 2020, Yellow Talks kembali digelar secara online melalui aplikasi zoom. Yellow Talks edisi 2 ini menampilkan Soraya Hartini, Ketua Bidang UMKM dan Koperasi PP AMPG sebagai host, dan narasumber Dyah Roro Esti, anggota Komisi VII DPR RI yang juga politisi milenial Partai Golkar.
Tema yang diangkat dalam perbincangan kali ini yaitu "Mengapa Harga BBM Tidak Turun Ditengah Pandemi Covid-19?".
Sebagaimana diketahui, harga minyak global sudah turun lebih dari 50%. Tapi di Indonesia tidak mengalami penurunan sedikit pun. Roro Esti mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 memberikan dampak yang signifikan terhadap pembangunan. Terlebih setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa pemerintah memiliki skenario berat dengan pertumbuhan ekonomi antara -0,4% hingga mencapai 2,3% pada 2020.
Kemudian, Pemerintah juga memiliki formulasi perhitungan harga BBM, di mana di dalamnya memuat Mean Of Platts Singapore (MOPS), konstanta hingga margin. Soal kemungkinan turunnya penetapan harga BBM, saat ini pemerintah juga aktif melihat dan mencermati perkembangan harga minyak dunia. Saat ini harga BBM memang masih dipertahankan karena tahun ini harganya sudah diturunkan dua kali. Sementara, volume penjualan BBM merosot tajam.
Merosotnya volume penjualan BBM, disamping karena berkurangnya penggunaan transportasi akibat pandemi, juga karena turunnya konsumsi listrik. Sebagai informasi, di masa pandemi, konsumsi listrik sudah pasti tidak akan tumbuh mengingat bahwa beberapa wilayah di seluruh Indonesia telah menerapkan PSBB. Kebijakan ini tentu berdampak terhadap penggunaan listik daya tinggi seperti industri, perhotelan, tempat perbelanjaan. Roro Esti juga mengungkapkan bahwa konsumsi listrik di Indonesia saat ini sudah turun sebesar 24% akibat pandemi Covid-19.