kabargolkar.com, JAKARTA - Kader muda Partai Golkar, Syamsul Rizal menegaskan Pancasila adalah filter terhadap berbagai ideologi yang ada di dunia ini.
"Pancasila adalah filter bagi ideologi Nasionalisme, Sosialisme, Liberalisme, Komunisme, dan lain-lain," ungkap Wakil Direktur Lembaga Kajian Hukum dan Demokrasi (Lekhud) tersebut dalam Webinar KabarGolkar Study Group 2: "Aku, Kamu dan Pancasila", Rabu (1/7/2020).
Oleh karena itu menyikapi dinamika polemik yang terjadi terkait Rancangan UU Haluan Ideologi Pancasila, Partai Golkar harus kembali kepada identitasnya sebagai garda terdepan Pancasila.
"Dan Pancasila di sini adalah konsensus berbangsa yang disepakati tanggal 18 Agustus 1945, yang sila pertamanya Ketuhanan yang Maha Esa, bukan ketuhanan berkebudayaan," tegas Syamsul.
Syamsul mengkritisi perjalanan bangsa Indonesia khususnya Partai Golkar yang berideologi Pancasila dan UUD 1945, terjebak dalam dinamika liberalisasi.
"Setelah reformasi kita semakin jauh panggang dari api, kita terjebak dalam dinamika liberalisasi yang sebenarnya mengabaikan identitas bangsa dan prinsip bernegara kita sendiri," tambahnya.
Bagi Syamsul, liberalisasi ini akan merongrong nilai-nilai luhur bangsa Indonesia dan prinsip bernegara.
"Liberalisasi dan kapitalisme akan merongrong dan merusak tatanan, nilai-nilai kebudayaan, demokrasi serta perekonomian kita sendiri," lanjutnya.
Menurut Syamsul, Partai Golkar sebaiknya melakukan evaluasi secara internal dan menyeluruh tentang pengejawantahan ideologi Pancasila dalam kehidupan berbangsa
"Bila tidak dievaluasi, maka tantangan yang akan dihadapi bangsa kita ke depan akan semakin berat," tutup Syamsul. (*)