Dengan demikian menurut Iman tak ada bedanya antara Sekber Golkar dulu dengan Partai Gokar saat ini karena anggaran dasar menetapkan bahwa Partai Golkar itu ada merupakan kelanjutan dari Sekber Golkar.
Iman menerangkan, sesuai AD/ART, ada dua hal yang membuat seorang kader dianggap keluar dari Partai Golkar, yakni meninggal dunia dan menyatakan mengundurkan diri secara tertulis.
Sedangkan selama ini dirinya tak pernah membuat surat pernyataan pengunduran diri sehingga tak benar kalau ada yang menuding dirinya sudah keluar dari Partai Golkar.
Diungkapkannya, tekadnya untuk mencalonkan diri menjadi Ketua DPD Golkar Garut didasari keinginan untuk membawa Partai Golkar ke arah yang lebih baik dan maju.
Di Garut sendiri selama ini sura Golkar masih selalu yang terbaayk dalam setiap Pemilu. Hal ini menunjukan bahwa Garut merupakan basis Golkar yang sangat kuat.
Namun di sisi lain, tambahnya, dalam beberapa kali ajang Pilkada, Golkar selalu kalah oleh partai lain. Ini tentu ada yang kurang sehingga harus dibenahi oleh semua mengingat Parti Golkar bukan merupakan milik perorangan.
Dalam kesempatan tersebut, Iman pun mengajak seluruh kader Golkar di Garut mulai dari para petinggi sampai tingkat bawah untuk sama-sama membangun komunikasi da kerjasama yang baik guna kemajuan Partai Golkar.
Ajang Musda/pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Garut harusnya menjadi momen kebersamaan, bukan malah dijadikan ajang gontok-gontokan dan jegal-menjegal.