Kabargolkar.com - Sejumlah rilis lembaga survey politik menempatkan hasil hasil maksimal soal posisi Partai Golkar dalam menghadapi kontestasi Pemilu dan Pilpres 2024 mendatang.
Terbaru, peneliti senior Pusat Riset Politik-Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRP-BRIN) Lili Romli menilai target Partai Golkar untuk meraih 20% jika mengusung sosok internal partai dalam kontestasi 2024. Artinya Golkar bisa berharap dari efek ekor jas (coat-tail effect) dari pencalonan Airlangga Hartarto dalam Pilpres 2024.
"Jadi target 20 persen itu akan tercapai atau mendekati, manakala sosok Ketum Golkar Airlangga yang maju sebagai capres atau cawapres,'' Terang Lili seperti yang kami kutip dari laman detik.com, kamis (1/12/22).
Optimisme Kader
Wakil Sekretaris DPP Golkar Amin Ngabalin mengatakan Golkar memiliki ribuan massa, kader, ‘mesin’ yang bisa digunakan untuk memenangkan partai berlambang Pohon Beringin.
“Harus ada upaya seperti kemampuan sosialisasi dan mobilisasi dukungan menjelang hari H buat Ketum Bapak Airlangga Hartarto,” sebut Amin dalam keterangan, Jumat (2/12/22) malam.
Dengan kekuatan massa yang besar, Golkar pasti tidak ingin terlempar dari dua besar partai di Indonesia. Karena itu butuh upaya kerja keras untuk mengangkat citra partai dan kemudian menentukan Capres yang menambah elektabilitas partai.
''Tentu tidak mudah bagi Golkar, dan disini optimisme seluruh kader dan simpatisan Partai harus siap mengusung dan memenangkan Bapk Airlangga Hartarto buat Presiden RI 2024,“ Tegas Amin Ngabalin.
Sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyampaikan partainya menargetkan bisa memperoleh suara 20% pada Pemilihan Legislatif 2024.
“Ke depan ini adalah kesempatan kontestasi pada Pemilu 2024 target-target 20 persen menang daripada pileg,” ujar Airlangga.
Airlangga Hartarto mengatakan Golkar memiliki jajaran yang kuat untuk menghadapi pemilu. Ada ribuan kader partai yang siap memenangkan pemilu.
“Ya tugasnya jelas, three in one. Satu menang pilpres (pemilihan calon presiden dan calon wakil presiden), dua menang pileg (pemilihan calon anggota legislatif), tiga menang pilkada (pemilihan calon kepala daerah) ke depan, penugasannya jelas,” ucap Airlangga beberapa waktu lalu.