Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Soroti Kualitas Udara Jakarta, Politisi Muda Golkar Dienis Haning Safitri Siap Perjuangkan Isu Lingkungan
  Nyoman Suardhika   26 Agustus 2023
Gredit Photo / Istimewa

Kabargolkar.com - Politisi muda Golkar Dienis Haning Safitri menyoroti dampak kesehatan dari menurunnya kualitas udara Jakarta. Berdasarkan indeks kualitas udara AQI, kualitas udara di Jakarta berada di angka 170 atau masuk dalam kategori tidak sehat.

Perempuan yang juga aktivis perempuan Karang Taruna Divisi Peranan Wanita dan Anak wilayah Jakarta Selatan ini menemukan beberapa anak di wilayah Jakarta Selatan mengalami gejala batuk, pilek, dan sakit tenggorokan yang intens.

Menurut dia, kualitas udara di Jakarta turut memengaruhi menurunnya kesehatan anak di Jakarta, terutama pada kesehatan pernapasan.

“Di masyarakat, tidak sedikit ibu-ibu yang bercerita kepada saya mengenai kesehatan anak mereka yang menurun. Mudah lemas, batuk, pilek, dan sakit tenggorokan adalah gejala umum yang ditemui di masyarakat,” ujar Dienis dalam siaran persnya, Jumat (25/8/23).

Di daerah tanggung jawabnya, Dienis menemukan beberapa lokasi berada di angka yang sangat tidak sehat, seperti Cilandak Timur dan Kebayoran Lama yang berada di angka indeks 206, Kemang V dengan angka indeks 163, diikuti Gordi HQ berada dengan angka indeks 162, dan Gelora Bung Karno di angka indeks 161.

Parameter kualitas udara berdasarkan AQI US dibagi enam level, yaitu hijau (0-50): bagus, kuning (51-100): sedang, oranye (101-150): tidak sehat bagi kelompok sensitif, merah (151-200): tidak sehat, ungu (201-300): sangat tidak sehat, dan maroon (lebih dari 301): berbahaya.

Risiko Stunting

Buruknya kondisi udara tidak hanya berdampak buruk pada kesehatan pernapasan anak, tetapi juga meningkatkan risiko stunting pada balita. Pegiat perempuan yang aktif membantu stunting warga ini juga menjelaskan, polusi udara dapat memengaruhi perkembangan anak.

“Polusi udara juga berkaitan erat dengan stunting pada anak. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), stunting adalah jenis malnutrisi. Polutan yang dihirup anak dapat mengakibatkan gangguan pada sistem sirkulasi pernapasan. Sirkulasi oksigen yang terganggu dapat membuat jumlah oksigen yang dibawa ke dalam tubuh menjadi lebih rendah. Ketika sirkulasi terganggu, oksigen yang dibawa menjadi lebih rendah. Kalau itu menjadi lebih rendah, anak kekurangan oksigen secara defisit minor, tetapi jangka panjang akibatnya pertumbuhan jadi lebih lambat,” jelas alumnus Universitas Al Azhar Indonesia ini menambahkan.

Karena itu, Dienis mengajak masyarakat untuk sama-sama peduli terhadap fenomena udara buruk yang menimpa Jakarta. Pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta harus bersama masyarakat turut aktif menanggulangi masalah ini.

Menurutnya, permasalahan polusi yang memunculkan penyakit pernapasan dan meningkatkan stunting ini perlu menjadi sorotan utama para politisi yang saat ini menghadapi tahun politik. Sebagai pegiat kesehatan, Dienis siap memperjuangkan isu lingkungan ini melalui jalur politik.

“Tahun Politik ini banyak anak muda, selebritas, tokoh masyarakat yang mengampanyekan diri untuk dipilih sebagai legislator baik tingkat daerah (DPRD) maupun tingkat pusat (DPR RI). Para calon legislatif semestinya jangan hanya mempromosikan dirinya, tetapi juga aktif mengampanyekan isu lingkungan ke masyarakat,” kata Dienis.

 

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.