[caption id="attachment_24217" align="aligncenter" width="700"]
Ketua DPR Bambang Soesatyo. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)[/caption]
kabargolkar.com, JAKARTA - Pencemaran udara akibat aktivitas penduduk yang cukup masif, khususnya dari sektor transportasi, terutama di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, serta beberapa wilayah dikarenakan terjadinya kebakaran hutan dan lahan membuat prihatin Ketua DPR.
Agar dampak pencemaran udara tak merugikan masyarakat, Ketua DPR Bambang Soesatyo mendorong Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), bersama Pemerintah Daerah (Pemda) dan instansi/lembaga terkait lainnya untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan inovasi dalam mengambil kebijakan guna meningkatkan kualitas udara.
“Seperti dengan melakukan uji emisi kendaraan secara berkala, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan memperbanyak penggunaan angkutan publik, mengoptimalkan trotoar yang ramah pejalan kaki, serta meningkatkan jumlah taman atau hutan kota,” ujar Bamsoet, Kamis.
Mendorong KLHK untuk melakukan pemetaan terhadap wilayah yang paling berpotensi memiliki kualitas udara yang rendah, sehingga dapat dilakukan upaya-upaya penanggulangan di daerah-daerah tersebut untuk meminimalisir terjadinya kualitas udara yang lebih rendah/buruk.
“Mendorong Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Pemda dan Dinas Lingkungan Hidup untuk tetap menjaga jalur hijau dan mengurangi efek rumah kaca, guna meminimalisir rendahnya kualitas udara, terutama di wilayah perkotaan.”
Selanjutnya, mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan masker agar terhindar dari polusi NO2 di udara, serta rutin memeriksakan kesehatan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).
Mendorong Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meminta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama pengusaha otomotif agar mendesain kendaraan yang ramah lingkungan serta menggunakan bahan bakar yang beroktan tinggi.
Mendorong KLHK bersama tokoh ataupun komunitas penggiat lingkungan hidup untuk dapat mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya menanam pohon sebagai upaya menjadi lingkungan lebih sehat dan melestarikan lingkungan yang dapat bermanfaat serta berdampak positif bagi kehidupan dimasa depan.
“Mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan udara dan lingkungan, seperti dengan mengurangi atau mencegah melakukan pembakaran sampah, tidak menebang pohon di hutan secara sembarangan, meningkatkan penggunaan transportasi publik, lebih memperbanyak jalan kaki atau penggunaan sepeda jika jarak yang ditempuh tidak terlalu jauh, rutin melakukan uji emosi kendaraan, serta memanfaatkan setiap lahan yang dimiliki untuk ditanami pohon sebagai upaya penghijauan dan pelestarian lingkungan,” tandasnya. (
telusur)