Jakarta - Penasehat Ahli Balitbang DPP Partai Golkar, Prof. Henry Indraguna, menyatakan dukungan penuh atas langkah cepat Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menghentikan sementara aktivitas tambang nikel di Raja Ampat. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk keberpihakan negara terhadap kelestarian lingkungan dan masyarakat adat.
"Raja Ampat bukan hanya destinasi wisata, tapi penjaga bumi. Dengan lebih dari 1.500 spesies ikan dan 75% spesies karang dunia, kawasan ini penting bagi ekosistem global," ungkap Guru Besar Unissula tersebut.
Prof. Henry menegaskan bahwa izin tambang PT Gag Nikel diterbitkan sebelum Bahlil menjabat Menteri ESDM. Ia mengecam narasi yang menyalahkan Bahlil secara sepihak, menyebutnya sebagai bentuk disinformasi dan potensi pembunuhan karakter.
Ia juga mengapresiasi keberanian Bahlil turun langsung ke lapangan bersama Gubernur dan Bupati, sebagai wujud negara hadir di tengah keresahan rakyat.
“Bahlil hanya mewarisi persoalan lama. Beliau justru cepat bertindak dengan mengevaluasi izin dan menghentikan operasi tambang secara sementara. Ini bukti kerja nyata,” ujarnya.
Prof. Henry pun menyerukan semua pihak untuk mendukung langkah tegas pemerintah dan memastikan proses evaluasi berjalan transparan demi kepentingan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.