kabargolkar.com, JAKARTA - Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) berkolaborasi dengan Local Heroes Network (LHN) menggelar diskusi online membahas tantangan pekerja lokal di masa new normal.
Diskusi virtual berjalan dinamis dan kritis pada Senin malam 8 Juni 2020 melalui aplikasi Zoom di ikuti oleh kaum muda dari berbagai daerah. Diskusi online ini adalah bagian kerjasama AMPI dan program Local Connection, yaitu program Massive Open Online Course (MOOC).
Tema diskusi "Kerja Layak untuk Pekerja Lokal di Masa New Normal" dengan Pembicara antara lain: Wa Ode Rabia (Anggota DPD RI Sultra dan Wakil Bendahara Umum DPP AMPI), Ardi P. Baramuli (Bankir Internasional dan Ketua Hublu DPP AMPI), Rizal Assalam (Pengamat perburuhan), Edi Susilo (Sekretaris Serikat Pekerja Nasional DPC kota Pekalongan).
Mengemuka pada diskusi semua pembicara sepakat bahwa situasi saat ini memang sulit dan berat buat para pekerja lokal.
Wa Ode Rabiah mengapresiasi langkah-langkah yang sudah di ambil oleh pemerintah dengan penyelenggaraan program kartu Prakerja dan berharap new normal akan memberikan kesempatan perekonomian bisa bergerak tumbuh kembali sehingga pekerja lokal dapat terus bekerja.
AP Baramuli mengangkat isu bahwa pekerja lokal adalah motor penggerak perekonomian Indonesia khususnya adalah UMKM. Dia juga menawarkan konsep ekonomi kerakyatan dan mengatakan bahwa teknologi yang ada sekarang akan mempercepat pemulihan dan memeratakan pembangunan ekonomi.
Rizal Assalam secara kritis mengungkapkan bahwa kebijakan terhadap pekerja masih kurang berpihak kepada mereka apakah pada masa wabah Covid19 ini maupun sebelumnya. Namun Rizal, mengungkapkan para pekerja telah bersiap mengantisipasi situasi apabila pekerjaan semakin sulit dan memburuk dengan menggerakkan bisnis mandiri para pekerja melalui unit bisnis koperasi di berbagai bidang.
Senada dengan Rizal, Edi Susilo mempertanyakan tentang nasib buruh yang makin memburuk, isu merumahkan pekerja dengan pemotongan gaji jadi masalah tersendiri selain PHK dan hilangnya lapangan pekerjaan baru.