Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
FMT. Radjagukguk: Hubungan Golkar dan SOKSI Harus Simbiosis Mutualisme
  Nyoman Suardhika   24 Mei 2021
Credit Photo / youtube

Kabargolkar.com - Sebagai Ormas pendiri, Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) sangat terkait dengan keberadaan Partai Golkar. Sehingga jika Golkar besar, SOKSI juga harus besar. 

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Dewan Kehormatan SOKSI Drs. FMT. Radjagukguk saat diminta komentarnya atas HUT ke-61 SOKSI. 

Radjagukguk menyoroti sitem perekrutan di Golkar yang saat ini menjadi tantangan tersendiri. Menurutnya, dulu cara perekrutan di Golkar dilakukan dengan personal melalui individual dan melaui organisasi.

"Sekarang harus jelas sumber kadernya dari mana? Ada keanggotaan, anggota dari mana, Ormas mana? Tentu dari anggota, tapi anggotanya siapa? Ada keanggotaan yang sifatnya individualis ada yang keorganisasian," kata Radjagukguk. 

Dia menilai mekanisme rekrutmen keanggotaan Golkar di lapangan saat ini tidak konsisten. Baik itu Golkar di struktur DPP, DPD I, DPD II, atau tingkat kecamatan dan desa. 

"Ini harusnya kalau diberi tugas perang kepada Ormas pendiri organ, itu harus jelas penugasannya seperti apa, hubungannya seperti apa," kata Sekjen DEPINAS SOKSI periode 2005-2010 itu.

Dia menegaskan, hubungan Golkar dan SOKSI itu simbiolis mutualisme. Keduanya harus saling membutuhkan dan saling bergantungan.

"SOKSI yang melahirkan Golkar, lalu Golkar menjadi besar. Tidak boleh mematikan SOKSI, jika mematikan SOKSI, ya bunuh diri juga," ujar Ketua Komisi IV DPR RI tahun 1994 tersebut.

Menurut dia, kebesaran Golkar saat ini harus jadi kebesaran SOKSI. Begitupun sebaliknya, kebesaran SOKSI harus jadi kebesaran Golkar. Dia menilai saat ini Golkar tampak kurang memahami huhubgan ini.

"Siapa yang tampil ke permukaan mekanismenya belum jelas, kayaknya situasional. Kadang sejarah orangnya gak tahu, tapi jadi pemimpin. Jadinya ini tidak berakar, kalau terus terjadi begitu akan ngambang," ujarnya. 

Lebih lanjut dia mengatakan, Golkar harus melakukan konsolidasi. Salah satunya harus bisa menggerakkan Ormas pendiri Golkar. Dia meminta saling simbiosis mutualisme itu harus nyata.

"Saya melihat masih kurang simbiosis mutualisme antara Golkar dan Ormas pendiri ini. Orang main lompat individual. Jadi, pola rekrutmen dan kaderisasi harus jelas," tegasnya. 

Dia menerangkan, dulu di Golkar jelas jalurnya. Ada jalur ABRI, birokrat, dan Ormas. Dari tiga komponen ini ditentukan kader yang akan ditempatkan di eksekutif legislatif, atau judikatif. 

"Untuk SOKSI sendiri harus konsolidasi dari pusat sampai tingkat desa. Tapi kalau Golkar tidak kasih ruang dengan mengakomodasi-kan kekuatan ini, Golkar sendiri yang rugi," ujarnya.[SOKSINEWS]

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.