[caption id="attachment_17381" align="aligncenter" width="750"]
Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB (kompas.com/Kristianto Purnomo) [/caption]
kabargolkar.com - Bergabungnya TGB ke dalam Partai Golkar menjadi berita politik paling hangat pada Kamis (20/12/2018) kemarin. Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengumumkan langsung hal tersebut. Partai Golkar menyambut gembira bergabungnya tokoh muda yang juga merupakan seorang ulama ini. Di lain pihak, Tuan Guru Bajang juga mendapatkan “rumah baru” setelah keluar dari Partai Demokrat.
Hubungan komunikasi antara Tuan Guru Bajang dengan Partai Golkar juga telah lama terjalin. Ketika dirinya maju sebagai Gubernur petahana NTB, Partai Golkar adalah bagian dari koalisi besar yang mengusung pencalonannya. Partai Golkar dan TGB dapat menjalin hubungan yang saling menguntungkan.
Partai Golkar tempat terbaik bagi TGB untuk berkembang
Setelah Keluar dari Partai Demokrat, Tuan Guru Bajang jelas membutuhkan parpol untuk melanjutkan karir politiknya. Selain itu, di level regional, karir TGB sudah mentok, karena sudah menjadi Gubernur NTB sebanyak dua kali. Langkah berikutnya adalah melaju di pentas nasional. Partai Golkar yang merupakan partai terbuka jelas menjadi tempat terbaik bagi Tuan Guru Bajang untuk melanjutkan karir politiknya.
Baca: Fahmi Idris Sebut TGB Butuh Golkar Untuk Naik Kelas
[caption id="attachment_17382" align="aligncenter" width="700"]
Tuan Guru Bajang (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)[/caption]
Â
selanjutnya:
Golkar membutuhkan pengalaman TGB
Golkar membutuhkan pengalaman TGB
Partai Golkar adalah gudangnya politisi yang sudah sarat pengalaman. Namun, tetap saja, pengalaman TGB dibutuhkan untuk menambah perbendaharaan ide serta gagasan. Pengalaman Tuan Guru Bajang memimpin Provinsi NTB selama 10 tahun (2008-2018) dapat menjadi masukan penting. Terutama dalam menjawab berbagai tantangan kebutuhan rakyat di daerah yang sangat beragam.
Tokoh Muda berprestasi
Tuan Guru Bajang adalah tokoh muda dan sarat dengan prestasi. Pengakuan atas prestasinya itu terlihat dari berbagai penghargaan yang diterimanya selama menjabat Gubernur NTB selama dua periode. Selain itu TGB adalah seorang tokoh ulama hafal kitab suci Al Quran (hafiz). Perpaduan pemimpin (umara’) berprestasi serta ulama yang kuat dalam ilmu agama terdapat dalam diri Tuan Guru Bajang M Zainul Majdi.
[caption id="attachment_17385" align="aligncenter" width="700"]
Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang, berdakwah di Lombok. (Foto: Instagram @tuangurubajang)[/caption]
Memperkuat golkar di NTB
Tidak dapat dipungkiri Tuan Guru Bajang adalah tokoh besar di Nusa Tenggara Barat (NTB). Bukti ketokohannya adalah ketika Pilpres 2014. Dirinya mendukung pasangan Prabowo-Hatta. Berkat dukungannya itu, pasangan ini mampu menang telak di NTB dengan raihan suara sebesar 1.844.178 atau 72,45 persen suara masyarakat NTB.
Dengan bergabungnya TGB ke Partai Golkar, Harapannya juga akan memberikan pengaruh positif kepada preferensi politik masyarakat NTB untuk lebih cenderung memilih Partai Golkar.
Baca: JK Sebut TGB Akan Dorong Suara Golkar Di NTB
[caption id="attachment_17366" align="aligncenter" width="711"]
Wapres Jusuf Kalla