Kemenperin, Kemenlu, Kementerian BUMN, Kemenkeu, Kemenkop dan Pemda-Pemda untuk membangun jaringan industri agar mendapat lapangan kerja baru, lengkap dengan fasilitas pendidikan sesuai bidang kerjanya dan Government Fund kepada perusahaan yang membuka lapangan pekerjaan baru” terangnya.
Dan terakhir Gamal Bachri Syamsul yang juga merupakan Ketua Umum DPP HIMA KOSGORO 1957 turut menyampaikan materi penutup yang lebih mengajak Pemuda Indonesia untuk sama-sama mendorong pada persatuan dengan karya dalam rangka mengisi kemerdekaa bukan turut andil dalam perpecahan bangsa. “Benar kata Bung Hatta bahwa kemerdekaan ini hanya syarat mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan maka kemerdekaan kita sebagai pemuda Indonesia seharusnya bisa kita manfaatkan untuk berekspresi dalam minat dan bakat agar memberi manfaat dan kebahagiaan bagi sekitar bahkan dunia. Jangan kita berekspresi yang dampaknya turut andil dalam perpecahan bangsa, menjadi penyebab masyarakat terpolarisasi kepada dua sisi yaitu pro dan kontra yang dipisahkan oleh jurang asymmetric information atau kabar yang setengah-setengah. Perilaku sangat menentukan arti eksistensi kita dan dimana kita berdiri, apakah di sisi yang mendorong kemajuan bangsa ataukah yang membawa kemunduran bangsa.” Di akhir, Gamal menyampaikan kembali pesan persatuan.”Merdeka ini mengandung kata EKA yang artinya satu. Tiada arti merdeka jika kita semua tidak bersatu” sambil tersenyum ia mengakhiri.