Kabargolkar.com - Tepat pukul 12.30 Bad'a Shalat Dzuhur, ratusan Kader Satkar (Satuan
Karya) Ulama Indonesia memenuhi aula Ballroom Hotel Cosmo Amaroossa Jalan Pangeran Antasari, Jakarta. Kehadiran mereka yang semua berseragam kuning berpadu hijau itu untuk mengikuti Seminar yang diselenggarakan oleh Fraksi Partai GOLKAR MPR RI dengan Tema “Peran Strategis Ulama Untuk Peningkatan Demokarasi Dan Kesejahteraan Bangsa”, Selasa, 21 Maret 2023.
Sebagai salah satu organisasi Hasta Karya Partai Golkar yang konsentrasi dalam gerakan strategis peran Ulama, ini tentu tidak hanya kalangan kader dan simpatisan Satkar Ulama saja yang menghadiri gekaran acara ini, hadiri pula Ketua Umum Abuya Ir. H. M Idris Laena, Wakil Ketua Umum Ferdiansyah, Wakil Ketua Umum Mujib Rohmat, serta perwakilan Ormas Tri Karya partai berlambang pohong beringin lainnya.
Dalam acara yang masih dalam rangkaian Milad ke 53 Tahun SATKAR tersebut, Ketua Umum Satkar Ulama Abuya Ir. H. M Idris Laena MH., dalam sambutan mengatakan dirinya bersyukur anggota Satkar Ulama yang datang dari berbagai kota dan daerah di Indonesia bisa berkumpul dalam rangkaian Milad 53 dan Seminar ''Peran Strategis Ulama Untuk Peningkatan
Demokrasi Dan Kesejahteraan Bangsa”.
“Bertepatan dengan rangkaian HUT 53 Satkar Ulama pada bulan Maret ini maka sekaligus kita gelar acara Seminar ini sebagai wujud Satkar Ulama selalu memverikan ruang kepada para Ulama juga masyarakat”, ujar pria Abuya Idris Laena dalam pembukaan pidatonya.
Dikatakan, organisasi ini didirikan oleh Presiden Soeharto pada 13 Maret 1970. Dengan usia yang sudah 53 tahun, Idris menganggap Satkar Ulama bukan muda lagi. Dari perjalanan yang sudah ada itulah pria yang juga menjadi Ketua Fraksi Golkar di MPR itu berharap agar Satkar Ulama menjadi pilar partai dalam urusan untuk membina ummat serta mendekatkan atau mempererat hubungan ulama dan umara.
Organisasi yang sekarang dipimpinnya itu akan terus berkarya untuk Indonesia dan berkhimat untuk ummat. Bersatunya ulama dan umara merupakan tujuan organisasi ini didirikan pada awal Orde Baru.
“Pada pekan kemarin sebagai dari rangkaian acara Milad ke 53, kami Satkar Ulama melakukan berziarah ke makam K.H Mahmud di Desa Tanjungsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten pada Minggu (12/3), sekaligus bersyukur meresmikan masjid bersejarah bagi perjuangan Satkar Ulama Indonesia, yakni Masjid Baitul Muslimin sudah selesai dibangun.. tuturnya. Kita ingin hubungan antar ulama dan umara selalu harmonis”, tambahnya.
Diakui perjalanan panjang telah mewarnai organisasi ini. Untuk ke depan, menurut Idris, atas petunjuk Ketua Umum Golkar, Satkar Ulama bertekad untuk mengembangkan jati dirinya. Abuya Idris menganggap organisasi ini tidak hanya mengurus masalah pembinaan ummat dalam keagamaan namun juga menginginkan agar ummat Islam memahami paham kebangsaan. Untuk itu Satkar Ulama gencar melakukan Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, kepada anggotanya di berbagai tempat. “Sebelum acara ini kita melakukan sosialisasi”, ungkapnya